Soal Demo Tolak Vaksin di Tembagapura, Polisi Pakai Soft Approach
Papua60detik - Aparat kepolisian menggunakan soft approach atau pendekatan lunak terhadap puluhan karyawan PT Freeport Indonesia yang demonstrasi menolak vaksin covid-19 di Tembagapura.
Puluhan pekerja PTFI berunjuk rasa di Ridge Camp Mile 72, Tembagapura pada Minggu (27/6/2021) lalu. Tuntutan utamanya, menolak vaksinasi covid-19. 33 pekerja ditangkap pada unjuk rasa itu.
"Terpaksa kita mengamankan puluhan karyawan. Namun upaya yang dilakukan itu soft approach," kata Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata, Kamis (1/7/2021) kemarin.
Belakangan, beredar foto-foto para pekerja yang terluka. Polisi mengatakan, peserta unjuk rasa terluka karena jatuh saat pembubaran paksa.
"Sebenarnya, itu bisa dilakukan upaya penegakan hukum. Tapi yang kemarin (demo penolakan vaksin) kita lakukan secara persuasif dan bijak," kata Era.
Kapolsek Tembagapura Iptu Manase Sayori mengatakan, puluhan pekerja tersebut sudah dipulangkan setelah didata di Mako Polres Mimika Mile 32.
"Polisi tidak tahan dan diproses. Polsek Tembagapura hanya membubarkan saja karena mereka tidak kantongi izin dan apa yang mereka lakukan sudah mengganggu aktivitas. Kami bawa mereka ke Timika dan paginya ambil data di Polres dan pagi itu juga dibebaskan," singkatnya melaui pesan WhatsApp, Jumat (2/7/2021) sore. (Salmawati Bakri)