Soroti Harga Pakan Ternak, Komisi B RDP dengan Disnak & Dinas Pertanian Mimika
Papua60detik - Komisi B DPRD Mimika rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) dan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura terkait keluhan tingginya harga pakan oleh para peternak, Jumat (10/3/2023).
RDP dipimpin Ketua Komisi B Nurman S Karupukaro dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika Alice Wanma dan Kepala Disnak & Keswan Mimika, drh Sabelina Fitriani beserta jajaran
Menurut Nurman, seharusnya pemerintah memberi subsidi kepada para peternak agar harga pangan tetap terjangkau.
“Saya mau tahu dana Otsus itu dipakai kemana? Jadi kalau boleh dananya disisihkan untuk subsidi pakan ternak, sekarang ini pakan ternak susah dan (harganya) sangat tinggi,” ujarnya.
Dinas Pertanian menurutnya, seharusnya bisa berkolaborasi dengan instansi terkait untuk menyediakan atau memproduksi pakan ternak sendiri.
“Saya rasa Dinas Pertanian bisa berkaloborasi dengan petani-petani kita, sehingga bisa menyediakan bahan baku untuk pembuatan pakan ternak kita sendiri,” harapnya.
Atas hal tersebut drh Sabelina menjelaskan, persoalan pakan ternak bukan pada ketersediaannya tapi harganya yang tinggi.
“Kalau ketersediaannya sangat cukup, dan dari dana Otsus tahun lalu itu memang kita sudah anggarkan untuk 10 kelompok peternak mendapatkan pakan ternak. Tetapi peternak kita kan banyak, dan bukan saja peternak ayam, sedangkan anggaran kita terbatas,” jelasnya.
Tahun ini katanya, pakan ternak akan disubsidi sebanyak 20 persen harga per sak.
Soal penyediaan pakan ternak sendiri, Alice I Wanma mengatakan, tahun ini mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN pada program penanaman jagung.
“Kami mendapat 500 hektar untuk penanaman jagung. Saya harap di tahun ini bisa segera terlaksana, sehingga kami bisa memproduksi jagung sendri untuk keperluan konsumsi kita dan bahan baku pakan ternak. Saya harap kami bisa disediakan pabrik mini,” katanya. (Faris)