South Papua Culture Meet Teguhkan Kolaborasi Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Pemerintah Provinsi Papua Selatan, para tokoh serta sejumlah elemen terkait mengikuti acara South Papua Culture Meet melalui via zoom di Merauke.  Foto : Jamal/ Papua60detik
Pemerintah Provinsi Papua Selatan, para tokoh serta sejumlah elemen terkait mengikuti acara South Papua Culture Meet melalui via zoom di Merauke. Foto : Jamal/ Papua60detik

Papua60detik – Kegiatan South Papua Culture Meet menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan di Tanah Papua.

Acara terpusat di Nabire, Ibu Kota Papua Tengah, dan diikuti melalui video conference oleh seluruh provinsi di Tanah Papua, termasuk Papua Selatan, Selasa (12/7/2025).

Di Merauke, kegiatan berlangsung di Gedung Belafiesta dan dihadiri Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua DPR Papua Selatan Heribertus Silubun, Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu, Liaison Officer BIN Daerah Papua Selatan, unsur Forkopimda TNI-Polri, serta perwakilan tokoh adat dan tokoh masyarakat dari Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel.

Para tokoh adat menyatakan dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden RI, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

Melalui video conference, hadir Menteri Koperasi RI, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), serta gubernur dari enam provinsi di Tanah Papua.

Menteri PDT Yandri Susanto menegaskan Papua adalah bagian integral Indonesia. Ia memaparkan, dana desa untuk Papua mencapai Rp6 triliun setiap tahun, dan melalui program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu), pembangunan difokuskan dari kampung.

“Membangun kampung di Papua berarti membangun Indonesia. Jakarta tidak pernah menganaktirikan Papua, ini kebanggaan kita semua,” kata Yandri.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, angka BGN di Papua sudah mencapai 25 persen, namun masih dibutuhkan sekitar 7.000 satuan layanan gizi. Ia berharap program gizi nasional dapat memberdayakan Mama-mama Papua dan memanfaatkan hasil alam lokal.

Tokoh masyarakat Papua Selatan, Kasimirus Gebze, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan investor guna mendorong percepatan pembangunan.

“Kami mendukung penuh program pemerintah pusat. Namun, masuknya investor harus difasilitasi dengan prinsip ‘duduk tiga tungku’ agar semua pihak terlibat dan berjalan harmonis,” ujarnya. (Jamal)