Stabilkan Harga Pangan, GPM Kembali Digelar di Pantai Nabire
Papua60detik - Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar di Pantai Nabire, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pangan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Asisten Manajer Bisnis Bulog Nabire, Muhamad Rahadian, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada pengendalian harga di tengah fluktuasi pasar.
Baca Juga: Mulai 15 Februari 2026, Kendaraan Berplat Luar Papua Tengah Tidak Bisa Isi BBM Bersubsidi di Mimika
“Pangan murah ini yang paling utama untuk menstabilkan harga di pasaran. Kebetulan hari ini gerakan pangan murah kita didukung oleh Bank Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan GPM juga merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire sebagai bagian dari langkah strategis pengendalian inflasi daerah.
“Kita bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk melaksanakan kegiatan ini dalam rangka pengendalian harga, supaya bahan pangan pokok tetap bisa diterima masyarakat dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya beras kemasan 5 kilogram seharga Rp62.000 per sak, beras premium kemasan 10 kilogram seharga Rp158.000 per sak, gula pasir Rp18.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp15.700 per liter.
Rahadian menyebutkan, kegiatan serupa sebelumnya telah beberapa kali dilaksanakan. Namun, untuk bulan Februari 2026 ini merupakan yang pertama kali digelar. Pada bulan sebelumnya, kegiatan GPM juga sempat dilaksanakan sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas harga.
Ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire maupun dinas terkait lainnya.
“Selama ada rekomendasi dan permintaan dari Dinas Ketahanan Pangan maupun instansi terkait, kami siap melaksanakan gerakan pangan murah ini,” tegasnya. (Elia Douw)