Stok LPG 12 Kg Kosong, Warga Timika Beralih ke 5,5 Kg
Warga Timika mengantri LPG di Jalan Yos Sudarso, Foto: Martha/ Papua60detik
Warga Timika mengantri LPG di Jalan Yos Sudarso, Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Warga Timika kembali antri di beberapa agen penyalur untuk mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Bahkan di salah satu distributor, PT Mitra Indimatam, LPG 12 Kg sudah kosong. 

Warga terpaksa beralih ke tabung 5,5 Kg untuk memenuhi keperluan rumah tangga. Antrean panjang kembali terjadi, sejak pagi hari hari. 

Padahal, sesuai rilis Pertamina Parta Niaga, stok LPG baru masuk Pada 7 April kemarin. Sebanyak 1.100 tabung yang masuk dengan berat bervariasi 5.5 Kg, 12 Kg dan 50 Kg. 

Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena akan ada stok masuk di tanggal 14 April 2026. Diperkirakan akan tiba sekitar 5000 tabung 12 Kg.

"Masyarakat tidak usah khawatir. Untuk suplai berikutnya akan ada dari Surabaya tetap jalan dan juga dari Makassar walaupun sekarang ini kita masih melakukan perhitungan untuk pengalihan supply ke Ambon," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (09/04/2026). 

Pertamina akan segera melakukan pertemuan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan bagaimana teknis dan harga jual. 

Juna pun mengaku keterbatasan stok di Timika memang terjadi karena keterlambatan kapal. Namun, ia menepis kalau disebut sedang terjadi krisis LPG. 

"Yang mengatur penjualan penjualan itu adalah agen. Kami hanya memberi saran kepada agen untuk penjualannya sekian. Tetapi yang memiliki kewenangan penjualan itu adalah dari agen," pungkasnya. (Martha)