Sulaeman L Hamzah Janji Perhatikan Petani Bawang Merah Merauke
Papua60detik - Kebutuhan bawang merah di Kabupaten Merauke terbilang tinggi bahkan sebagian pedagang harus mendatangkan dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan warga.
Kepala bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, A Yoga Priyanto menyebut petani bawang merah setiap tahunnya menanam dan bisa membantu kebutuhan lokal. Bahkan tahun 2011 hingga 2013 surplus bawang merah dan bisa menutupi kebutuhan lokal.
Hanya saja, petani mengalami kendala. Sebab, ada kebijakan dari kementerian untuk bibit jadi bawang biji bukan umbi lagi yang harganya dinilai cukup mahal. Karena umbi memiliki titik lemah banyak terserang hama dan daya tahannya kurang.
Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L Hamzah mengungkapkan dengan adanya pemekaran Provinsi Papua Selatan masyarakat harus lebih sejahtera, termasuk petani.
Dengan pemekaran ini, Sulaeman mengaku ke depannya akan bisa lebih fokus melihat persoalan yang ada di petani empat kabupaten. Karena ruang pelayanan kepada masyarakat akan lebih sempit.
“Dalam urusan tugas mewakili masyarakat makin hari makin baik. Saya akan terus bersinergi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Merauke guna menjawab semua aspirasi dari para petani di wilayah Merauke,“ ujar Sulaeman saat penen bawang merah,Kamis (20/10/2022).
Dalam pengembangan setiap komoditi, hal pokok yang harus diperhatikan adalah pasarnya, demikian halnya dengan bawang merah. Kelompok tani yang ada akan terus diperhatikan dan didorong lewat bantuan peralatan yang bisa memudahkan mereka dalam mengolah lahan dan menanam.
Hamzah menambahkan bila ada aspirasi dari masyarakat untuk bantuan bibit, akan diupayakan agar bisa terwujud dari Kementerian Pertanian.
Anggota DPRP Papua sekaligus Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi Sulaeman L Hamzah, Fauzun Nihayah menambahkan, dalam pengembangan bawang ini butuh pendampingan.
“Program itu sendiri bisa lewat pemerintah daerah lewat dinas. Namun, ada juga melalui jalur aspirasi yang dilakukan oleh anggota DPR RI, Sulaeman L Hamzah yang sudah memiliki kuota ratusan program setiap tahunnya untuk pertanian,” tutupnya. (Ami)