Tahun 2024, KPP Pratama Timika Setor Rp4,5 Triliun ke Kas Negara
Papua60detik – KPP Pratama Timika mencatat empat kabupaten di wilayah kerjanya menyumbang penerimaan negara sebesar Rp4,5 triliun ke kas negara pada tahun 2024. Empat kabupaten itu antara lain Mimika, Paniai, Deiyai dan Intan Jaya.
Penerimaan itu naik 8 persen dibanding tahun 2023. Kenaikan ini sekaligus memenuhi target yang juga mengalami peningkatan dari Rp4,2 triliun menjadi Rp4,5 triliun di tahun 2024.
"Tumbuhnya sekitar 8 persen. Terbesar dari Freeport,” ujar Kepala KPP Pratama Timika, Hadi Subagiyono saat ditemui di kantornya, Kamis (9/1/2025)
Katanya, realisasi penerimaan tersebut merupakan kontribusi seluruh wajib pajak, termasuk perusahaan besar seperti PTFI, instansi pemerintah, dan masyarakat di Mimika.
“Untuk mencapai realisasinya memang tidak satu pihak, semua berawal dari semua wajib pajak khususnya dari Freeport dan misalnya instansi pemerintah dan masyarakat. Memang tidak otomatis juga, kalau kami diam tidak masuk juga penerimaan itu,” katanya.
Hadi mengatakan, KPP Pratama Timika aktif mengawasi dan melakukan penagihan terhadap wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban. Beberapa langkah yang dilakukan termasuk pendekatan soft sampai keras.
“Beberapa wajib pajak yang memiliki tunggakan, baik baru maupun lama, kami undang untuk memberikan penjelasan. Jika tidak merespons, langkah terakhir adalah pemeriksaan. Kami juga telah memblokir rekening lima wajib pajak,” tambahnya.
Terkait target penerimaan tahun 2025, Hadi menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada angka resmi yang ditetapkan. Namun, ia memperkirakan terjadi peningkatan seiring kenaikan target penerimaan APBN secara nasional, dari Rp 1.900 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 2.100 triliun tahun ini.
““Kami belum tahu pasti berapa target untuk 2025, tetapi dengan melihat tren kenaikan nasional, kemungkinan target penerimaan di wilayah Mimika, Paniai, Deiyai dan Intan Jaya juga akan meningkat,” tutupnya. (Faris)