Tahun Baru dan Euforia Warga Timika
Warga Timika meryakan pergantian tahun, Sabtu (1/1/2022). Foto: Fachruddin Aji/ Papua60detik
Warga Timika meryakan pergantian tahun, Sabtu (1/1/2022). Foto: Fachruddin Aji/ Papua60detik

Papua60detik - Kembang api, petasan, pawai kendaraan. Di halaman depan, warga berkumpul, mengelilingi api pembakaran.

Pemandangan seperti itu selalu ada setiap tahun, di setiap 31 Desember malam. Nyaris tak ada yang berubah dari cara orang-orang merayakan tahun baru.

Di Timika, Sabtu (1/1/2022) keramaian terpusat di dua titik, Jalan Budi Utomo dan Yos Sudarso.

Warga berjejer di pinggir sepanjang jalan tersebut sambil menyalakan kembang api. Massa terpusat di Lapangan Timika Indah dan Pasar Lama. Kendaraan padat memenuhi jalanan, knalpot meraung-raung bikin bising.

"Kami janjian sama teman-teman berkumpul disini untuk nonton kembang api," ujar Yosep saat ditemui di seputaran lapangan Timika Indah.

Firman Ardiansyah memilih merayakan tahun baru bersama keluarganya. Menurutnya, pergantian tahun paling tepat dilewati bersama keluarga dan saudara.

"Saya hanya bakar jagung saja mas, daripada harus konvoi, mendingan dengan keluarga," katanya.

Tapi apapun itu, seperti biasa, pergantian tahun adalah euforia. Warga bergembira sejenak lupa kemalangan kemarin lalu merapal harapan buat hari-hari mendatang.

Padahal tahun baru hanya perihal penanggalan di tahun masehi. Hanya penanda sebuah periode.

Setahun kemarin warga masih digempur pandemi. Setahun ke depan kemungkinan masih demikian.

Euforia ini jadi jeda, semacam penyemangat usai dengan gigih melawan pandemi dan hiruk pikuk hidup setahun lalu. (Fachruddin Aji)