Tak Ada Kapal Masuk, Harga Kentang Naik
Papua60detik - Sejak masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, kapal yang masuk di Pelabuhan Pomako jauh menurun . Bahkan kapal penumpang tidak ada sama sekali.
Hal ini lantas mempengaruhi harga komoditas di Pasar Sentral Timika seperti tomat dan kentang yang mengalami kenaikan,
Tomat yang sebelumnya Rp20 ribu kini naik menjadi Rp40 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram.
Sementara kentang yang sebelumnya Rp25 ribu naik Rp35 ribu per kilogram. Bahkan beberapa pedagang mengaku kentang kosong sama sekali.
“Kentang kosong karena tidak ada kapal masuk. Sudah satu minggu lebih kosong,” kata Andy seorang pedagang saat ditemui Papua60detik, Rabu (11/8/2021).
Ia mengatakan sempat ada kentang yang masuk, namun ia tidak kebagian karena pedagang berebutan.
Sementara itu, Sarah yang juga pedagang di Pasar Sentral mengungkapkan kenaikan harga tomat disebabkan kurangnya hasil panen petani lokal dan tingginya ongkos kirim.
Katanya, pengiriman tomat dari luar biasanya menggunakan pesawat hercules.
“Lokal ada tapi kan mahal juga karena mereka (petani) hitung dengan ongkos ojeknya. Jadi satu ongkos ojek dan satunya pesawat,” ungkapnya.
Sedangkan harga kentang kata Sarah bisa saja akan naik lagi jika dalam minggu ini kapal belum masuk, karena stok yang mereka miliki sudah sangat tipis.
“Kebetulan saya masih ada kentang tapi tinggal sedikit. Semoga minggu ini sudah ada kapal masuk,” tuturnya.
Adapun komoditi yang mengalami penurunan harga adalah wortel Rp18 ribu per kilogram dari harga Rp25 kilogram.
“Ini karena melimpah yah, dari Ambon dan Surabaya banyak,” ungkapnya.
Sementara harga komoditi lainnya masih normal seperti bawang merah Rp45 sampai 50 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 sampai 45 ribu per kilogram dan cabai Rp75 ribu per kilogram. (Anti Patabang)