Tak Ada Protes, Pengusaha Air Galon Tetap Jual Rp8 Ribu
Papua60detik - Menyikapi Polemik kenaikan harga air galon di Kabupaten Mimika. Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum (Aspada) Mimika dengan 235 anggota ini tetap kekeh diharga Rp8.000 ribu per galon.
Keputusan ini mereka pertahankan bukan tanpa alasan. Ketua Aspada Mimika, Huzain menjelaskan alasan utamanya mempertahankan harga baru ini adalah karena hingga kini pengurus belum menerima satu pun laporan atau protes dari masyarakat kepada anggota Aspada.
Ia mengatakan 90 persen laporan yang masuk semuanya setuju. Hal ini membuat Huzein bingung karena alasan pemerintah meminta Aspda merevisi harga baru tersebut adalah karena dikeluhkan masyarakat.
“Karena kami yang berhadapan langsung dengan pembeli di lapangan. Tidak ada yang komplain. Kita sudah survei lewat pemilik depot. Kami teknisnya seperti ini, kami beritahu ke pemilik depot bahwa tolong kalau ada komplain di catatan dan dilaporkan. Tapi, ini tidak ada. Semuanya merespon bahwa tidak ada yang komplain,” tegasnya saat ditemui, Rabu (26/1/2022).
Namun harga ini bisa saja turun apabila Disnperindag bisa memberikan penjelas dan solusi yang bisa diterima dengan baik oleh semua anggota Aspda karena menurutnya seyogyanya harga Rp8 ribu sudah pas.
“Kita akan mengikuti win solusinya kalau ada. Kalau tidak ada yah kita akan seperti ini,” tuturnya.
Ia menjelaskan harga air galon sejak tahun 2004 memang sudah mengalami kenaikan Rp7 ribu, namun karena persaingan pengusaha harga ini terus bermain dan turun drastis ke harga Rp5 ribu.
Kemudian di tahun 2014, Aspada kembali melakukan rapat besar dan menyepakati harga Rp6 ribu. Namun hal yang sama kembali terjadi, kekacauan harga terus berlangsung bahkan ada yang menjual dengan harga Rp4 ribu.
Hal ini pun disinyalir karena kurangnya pengawasan pengurus Aspada. Akhirnya di tahun 2018, kembali dilakukan musyawarah dan harga diputuskan Rp6 ribu per galon. Tapi Seiiring berjalannya waktu harga tersebut perlahan-lahan turun lagi ke harga Rp5 ribu atau bahkan Rp4 ribu.
“Itulah yang menjadi dasar kami mengadakan musyawarah besar di tanggal 20 November 2021 lalu yang diikuti 230an pengusaha dan menyepakati harga Rp8 ribu per galon karena atas dasar itu. Terus kami sosialisasikan ke masyarajat dan sampai sekarang tidak ada yang protes dengan harga itu,” tutupnya. (Anti)