Tak Hanya Beras, Harga Telur Juga Naik
Mudiati sedang melayani pembeli di Pasar Sentral. Foto: Martha/ Papua60detik
Mudiati sedang melayani pembeli di Pasar Sentral. Foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Harga telur ayam terpantau mengalami kenaikan harga di Pasar Sentral Mimika.

Pedagang telur, Mudiati, mengaku kenaikan harga telur mulai terjadi sejak Januari lalu.

"Harga normal itu Rp60 ribu sampai RP65 ribu. Sekarang, malah sudah jadi Rp72 ribu sampai Rp80 ribu," ujarnya, Rabu (28/02/2024). 

Mudiati beruntung karena masih mendapat telur langsung dari peternakan milik kenalannya. 

"Kurang tahu, iya, kalau teman-teman yang biasa pesan telur dari agen, masih kebagian telur atau tidak. Saya bersyukur masih bisa dapat sampai sekarang walaupun harga naik terus," tambahnya. 

Mudiati menduga kenaikan harga ini dipengaruhi harga pakan. Apalagi para peternak ayam di Mimika masih harus mendatangkan pakan dari Surabaya.

"Bagusnya di Mimika ini disediakan mesin pengolah jagung itu, supaya para peternak ayam bisa lebih mudah mendapatkan pakan untuk ayamnya. Jangan jauh-jauh ke Surabaya. Di sini lahan luas, bisa tanam jagung. Sekarang di Surabaya stok pangan terbatas, kita di sini juga terkena imbasnya," terangnya.

Sesuai pantauan, naiknya harga telur mengakibatkan turunnya jumlah pedagang telur di Pasar Sentral. Selain karena harga, beberapa pedagang mengaku tidak mendapat telur dari agen karena stok terbatas.

"Sebentar lagi mau puasa, semoga stok telur memadai dan harganya turun. Pemerintah juga harus memberi kebijakan mengenai terbatasnya pakan untuk ayam," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Mimika telah swasembada telur sejak beberapa tahun lalu. Bahkan telur dari Mimika sudah dikirim ke beberapa kabupaten tetangga. Maka situasi kesulitan mendapatkan telur di Mimika bisa disebut tak wajar. (Martha)