Tanding Seduh Kapolres Cup Semarakkan HUT Ke-81 RI, di Timika Adu Skill Barista Kopi Papua
Tanding Seduh Kopi Kapolres Cup. Foto: Eka/Papua60detik
Tanding Seduh Kopi Kapolres Cup. Foto: Eka/Papua60detik

Papua60detik — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Mimika diwarnai ajang Tanding Seduh Kapolres Cup yang mempertemukan sejumlah barista terbaik di Timika.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kafe Kopi Dari Hati, Jalan WR Supratman, Timika, Senin (17/8/2026). 

Ajang ini tidak sekadar perlombaan, tetapi jadi wadah bagi para pegiat kopi mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas penyajian kopi Papua.

“Lomba tanding seduh ini kami buat untuk menyemarakkan 17 Agustus. Selain itu, kami ingin pegiat kopi lebih kompetitif dalam meningkatkan kualitasnya melalui skill,” ujar Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak

Menurutnya, peningkatan kemampuan barista juga akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kopi. Barista yang memiliki kemampuan mumpuni dinilai dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat citra dan merek sebuah kafe.

“Dengan barista yang andal, tentunya akan semakin menaikkan brand kafenya,” katanya.

Alredo menjelaskan, konsep Tanding Seduh Kapolres Cup sengaja dibuat lebih eksklusif. Peserta tidak dibuka untuk umum, melainkan diundang berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dinilai cukup kompetitif.

“Konsep acara ini dibuat lebih eksklusif. Peserta kami undang, bukan open tournament. Yang diundang sudah pasti mereka yang menurut kami sangat kompetitif,” jelasnya.

Ia berharap ajang tersebut dapat menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu para pecinta dan pegiat kopi di Mimika pada tahun-tahun berikutnya.

Selain menghadirkan peserta pilihan, panitia juga menghadirkan juri dari luar daerah yang telah dikenal secara nasional di kalangan pegiat kopi. Kehadiran juri tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para barista.

“Orang tahu kopi Papua, tetapi orang belum pernah tahu siapa barista Papua. Dengan adanya event ini, kami ingin membuat mereka semakin kompetitif dan semakin menyiapkan diri,” ungkap Alredo.

Sementara itu, salah satu juri, Willyanto, mengatakan kompetisi kali ini memiliki konsep berbeda karena seluruh peserta menggunakan jenis kopi sama.

Dalam pertemuan dengan panitia, pihaknya menyarankan agar kopi yang digunakan merupakan kopi Papua. Panitia kemudian menyediakan kopi dari Pyramid yang digunakan oleh seluruh peserta.

“Idenya, dengan kopi yang sama dan diseduh oleh tiap barista, karakter rasanya yang kami adu. Kami adu skill-nya, mana yang paling oke, itu yang kami pilih,” kata Willyanto.

Menurutnya, kualitas kopi yang digunakan dalam kompetisi sudah sangat baik. Karena seluruh peserta mendapatkan bahan kopi  sama, penilaian akan lebih difokuskan pada teknik penyeduhan dan karakter rasa yang dihasilkan masing-masing barista.

“Fokus kami adalah karakter rasanya. Dari kopinya secara kualitas sudah bagus. Nanti yang kami cari adalah bagaimana bisa menghasilkan rasa yang lebih enak dari kopi ini. Tinggal seduhannya,” jelasnya.

Willyanto menambahkan, pelaksanaan perdana ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Ia menilai, dengan persiapan yang lebih matang, jumlah peserta pada event mendatang bahkan dapat ditingkatkan.

“Kalau sebenarnya bisa sampai 50 peserta. Ke depan, persiapannya mungkin bisa lebih matang lagi,” pungkasnya. (Eka)