TIFA 2026 Dibuka, Angkat Budaya Papua dan Gerakkan Ekonomi Warga
Pembukaan Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026, foto: Martha/ Papua60detik
Pembukaan Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026, foto: Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Usung tema "Tong Satu, Tong Kuat Bersama Indonesia, Bersama Papua TIFA Siap Menggerakkan dan Mengulik Prestasi, Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 resmi dibuka di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kamis (02/07/2026).

Pembukaan diawali karnaval budaya yang menampilkan ragam tarian tradisional dan atraksi seni dari berbagai daerah. Festival akan berlangsung selama tiga hari, hingga 4 Juli 2026.

TIFA 2026 tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga diramaikan oleh berbagai komunitas seni, sanggar tari, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perwakilan  delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan TIFA pertama kali diselenggarakan pada 2019.

Menurutnya, penyelenggaraan festival ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah menjadikan seni dan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

"TIFA bukan sekadar ajang menampilkan tarian, musik, dan budaya lokal, tetapi juga menjadi wadah untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua, khususnya generasi muda, melalui seni, budaya, dan kreativitas," ujar Samuel.

Ia menambahkan, festival ini menjadi ruang bagi masyarakat menunjukkan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, TIFA juga dinilai memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sejak pertama kali digelar, festival ini mampu meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM yang berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dan seluruh pemerintah kabupaten di Papua Tengah terus memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan TIFA. Menurutnya, Papua Tengah membutuhkan ruang hiburan sekaligus wadah pelestarian budaya agar seni dan kreativitas masyarakat terus berkembang.

"Berbagai UMKM yang ikut dalam kegiatan TIFA memperoleh omzet yang cukup luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa festival budaya juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," pungkasnya. (Martha)