Tiga Kali Petugas Pustu di Tipuka Dilempari Batu, Bakal Dibentuk Komite Kesehatan Lindungi Nakes
Papua60detik - Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra rapat dengan berbagai lapisan masyarakat, Kadistrik, Polsek dan Koramil Mapurujaya menyikapi kejadian pelemparan batu terhadap tenaga kesehatan di Pustu Tipuka Mimika Timur pada 1 Maret 2025 lalu.
Rapat berkangsung di Balai Kampung Tipuka, Jumat (14/3/2025).
Kepala Puskesmas Mapurujaya Onna Bunga mengatakan selama pelayanan di Pustu Tipuka, petugas kesehatan telah mengalami pelemparan batu oleh oknum warga yang mabuk sebanyak tiga kali.
"Lemparan pertama pada Januari 2024, kami masih koordinasi lintas kampung. Kejadian kedua bulan Juni 2024, dan akhirnya saya tarik petugas sampai Januari 2025 minggu ketiga petugas baru saya turunkan lagi," ujar Onna.
Pada 1 Maret 2025, kejadian tersebut terulang lagi. Ketika itu mobil petugas dilempari batu dalam perjalanan pulang dari pelayanan.
"Akhirnya saya melaporkan ke pimpinan (Kadis), ke Kadistrik dan Kapolsek bahwa terjadi kejadian pelemparan. Dari situ pak Kadis langsung bilang untuk tarik semua tenaga kesehatan sampai ada titik terang baru kami lakukan pelayanan," katanya.
Kata Onna yang bertugas di Pustu Tipuka ada empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Mapurujaya. Karena Pustu mengalami kerusakan akhirnya petugas melakukan pelayanan secara mobile dari titik ke titik.
"Mudah-mudahan dengan pertemuan ini ada tindaklanjut biar pelayanan bisa sampai ke mereka," harapnya.
Pertemuan itu menyepakati pembentukan komite kesehatan. Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Attoriq rencananya akan menggaet semua pemuda di Tipuka untuk terlibat menjamin keamanan di sana.
"Nanti kami akan koordinasi dengan pendamping dan aparat kampung kita siapkan siapa saja yang akan kita pilih masuk dalam struktur komite kesehatan di Pustu Tipuka. Sore ini kita sudah siapkan orangnya, saya tetap membackup kegiatan," kata Bakri.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra mengatakan komite kesehatan akan menggerakkan anak muda di Tipuka. Komite kesehatan sekaligus menjadi transformasi hal negatif ke positif.
"Di Tipuka ada progam kemitraan Pemda dengan Freeport untuk stunting. Nah, mudah-mudahan dengan ada komite kesehatan ini bisa menjadi wadah untuk menggerakkan isu-isu bukan hanya kesehatan tetapi juga pendidikan," katanya. (Eka)