Tiga Ton Beras Bantuan Pemerintah Menuju Distrik Amar Hari ini
Warga di Distrik Amar yang terdampak bencana angin kencang dan gelombang. Foto: Istimewa
Warga di Distrik Amar yang terdampak bencana angin kencang dan gelombang. Foto: Istimewa

Papua60detik - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hari ini berangkat menuju Distrik Amar untuk menyerahkan bantuan bagi warga terdampak gelombamg dan angin kencang di sana.

Kepala BPBD Kabupaten Mimika Yosias Lossu mengatakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika berupa beras sebanyak 3 ton serta bahan pokok lainnya serta keperluan bagi bayi dan balita.

"Jadi infonya dari pak camat tidak ada bayi tetapi dari Baznas ada, saya tidak tahu mana yang benar, tapi kami sudah siapkan sekaligus," jelasnya, Sabtu (8/1/2022).

Selain membawa bantuan bahan makanan BPBD akan mengerahkan satu tim berjumlah tujuh orang untuk membantu warga terdampak di Distrik Amar.

"Kami ada bawa sekitar lima atau enam terpal, jadi kalau nanti dibutuhkan kita bisa bikin jadi tenda," jelasnya.

Usai dari Amar tim tim akan langsung menuju ke Atuka yang juga ikut terdampak untuk menyerahkan bantuan.

Tiga ton beras itu adalah bantuan dari Kementrian Sosial bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Mimika.

Pemkab Mimika tidak menganggarkan dana siap pakai untuk bencana baik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah maupun Dinas Sosial. 

Akhirnya, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob berinisiatif berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk membantu warga terdampak.

"Dari bencana ini menjadi pelajaran dan evaluasi bagi Pemda Mimika untuk menganggarkan dana siap pakai setiap tahun. Kita tidak ingin bencana terjadi, tapi bencana bisa datang sewaktu-waktu," imbuhnya.

Hasil assessment Baznas Tanggap Bencana (BTB) Mimika, 3 unit rumah hilang dan 7 rumah rusak sedang di Kampung Amar setelah diterjang gelombang dan angin kencang. 30 warga saat ini masih mengungsi.

Sementara di Kampung Kawar, sebanyak 4 unit rumah rusak sedang.

Bencana itu juga mengakibatkan kerusakan beberapa perahu warga dan fasilitas umum seperti jembatan.

BTB Mimika mencatat, warga terdampak saat ini paling membutuhkan air mineral, paket sembako, pakaian layak pakai, kebutuhan bayi dan balita, tenaga medis dan obat-obatan, alat bangunan dan penerangan. (Fachruddin Aji)