Tingkatkan Ekspor, Pemkab Mimika Bentuk Klinik Meno
Pertemuan peningkatkan kegiatan ekspor komoditi unggulan non tambang di ruang rapat kantor Disperindag, Jumat (20/8/2021). Foto: Fachruddin Aji/papua60detik
Pertemuan peningkatkan kegiatan ekspor komoditi unggulan non tambang di ruang rapat kantor Disperindag, Jumat (20/8/2021). Foto: Fachruddin Aji/papua60detik

Papua60detik - Meningkatkan ekspor, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika  membentuk klinik Mimika Ekspor Number One disingkat klinik Meno

Klinik ini kabarnya akan memanfaatkan potensi-potensi komoditi unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan serta perikanan di Kabupaten Mimika.

Sekretaris Daerah (Sekda) Michael Gomar mengatakan Klinik Meno nantinya akan melakukan pendampingan kepada semua pengekspor yang terhubung dengan administrasi perizinan.

Komoditi asal Mimika yang telah diekspor ke luar negeri seperti udang dan kepiting.

"Kita duduk rapat bersama untuk mensignifikankan, berkolaborasi dalam rangka meningkatkan ekspor," ujarnya dalam rapat koordinasi meningkatkan kegiatan ekspor komoditi unggulan non tambang dalam  pengembangan usaha produk ekspor unggulan Kabupaten Mimika di Kantor Disperindag, Jumat (20/8/2021).

Ia mengklaim, klinik tersebut dapat meningkatkan pemasaran komoditi sagu, buah merah sehingga dapat tersentral dan tersinergi.

"Disperindag sebagai leading sektor yang akan menghimpun dan melakukan koordinasi dengan semua instansi vertikal yang berkepentingan untuk  membantu para eksportir," jelasnya.

Saat ini, menurut Michael eksportir Kabupaten Mimika  membawa hasil komoditi ke daerah lain kemudian dikemas mengatasnamakan kabupaten tersebut. Padahal hasil komoditi tersebut merupakan hasil kekayaan dari Mimika.

"Jadi sekarang kita mau ekspor direct atau ekspor secara langsung dari Kabupaten Mimika itulah tujuan kita," tuturnya.

Sekda berharap Klinik Meno segera dilaunching   sehingga Pemkab dapat segera menyusun regulasi atau aturan pelaksanaannya.aha meningkatkan ekspor dan impor hasil lokal. (Fachruddin Aji)