Tipu Ratusan Korban, Begini Modus Pelaku Arisan Bodong di Timika
Ilustrasi arisan
Ilustrasi arisan

Papua60detik - SR alias Princess alias Ikky, terduga pelaku arisan bodong yang marak di Kota Timika akhirnya diringkus polisi setelah dilaporkan oleh dua korbannya, Rabu (1/6/2022) siang kemarin. 

Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Bertu Harydika Eka Anwar mengatakan, Princess ditangkap di ruko Jalan SP2. Ia kemudian digiring ke Polres untuk diperiksa.

Hasilnya, Princess mengakui perbuatannya dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. 

Iptu Bertu membeberkan modus yang dilakukan tersangka. Mengiming-imingi keuntungan dalam jangka waktu cepat.

Princess tercatat telah memakan ratusan membernya. Ia menggunakan sosial media Instagram dan Facebook untuk menjerat korban.

Mulai dari modal Rp5 juta korban diimingi keuntungan hingga Rp7 juta dalam dua pekan. 

Sumber pendapatan tersangka didapat dari para korban baru. "Gali lobang tutup lobang" istilahnya. Itu dilakukannya sejak tahun 2017.

Kasus tersebut baru terungkap setelah member arisan bodong hendak berhenti dan ingin menarik hasil investasinya senilai ratusan juta 

"2017 dia membuat arisan online bulanan. Dan saat 2021 ada member mau keluar karena membutuhkan dana.

Jadi dia cari pengganti member lagi untuk modal bayar utang itu. Dan dua pelapor ini jadi pengganti korban itu," ujar Bertu saat ditemui Papua60detik di ruang kerjanya, Kamis (2/6/2022).

Penyidik masih mendalami keterlibatan orang lain yang membantu tersangka melakukan tindak pidana penipuan ini. 

"Dia mengakui. Yah gali lobang tutup lobang. Ditutupi dari korban yang baru pasang untuk bayar member lain. Sementara dia masih pemain tunggal. Kalau ada pengembangan dia punya admin dan memperkerjakan orang, akan kami selidiki," ujarnya. 

Barang bukti sejumlah rekening koran berbagai bank dan tiga unit handphone telah diamankan penyidik.

"Jadi penetapan tersangka itu berdasarkan pemeriksaan saksi dan alat bukti yah. Membernya itu seratusan. Beragam ada perempuan dan laki-laki," kata Bertu. 

Ia menyayangkan, arisan yang seharusnya menjadi momen menyenangkan itu malah menimbulkan banyak kerugian. 

"Ini bukan arisan pada umumnya karena dalam arisan itu tidak ada kelipatan uang. Jadi ini hanya modus investasi dapat uang cepat. Murni penipuan," imbuhnya. (Salmawati Bakri)