Transportasi Udara Vital di Papua, BMKG Timika Buka Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan
Pembukaan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan BMKG Timika, Kamis (15/62023).. Foto: Eka/ Papua60detik
Pembukaan Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan BMKG Timika, Kamis (15/62023).. Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Timika menggelar Sekolah Lapang Meteorologi Penerbangan (SLMP) Tahun 2023 di lingkungan Stasiun Meteorologi Kelas III Mozes Kilangin selama tiga hari, mulai Kamis (15/62023).

Peserta atau siswanya berasal dari perwakilan Forkopimda, Basarnas, awak media dan stakeholder terkait dengan total  45 orang. 

Anggota Komisi V DPR RI  Willem Wandik yang membuka sekolah lapang itu mengatakan, tantangan yang dihadapi di Papua adalah aksesibilitas terhadap pusat pusat pemerintahan (Kabupaten/kota/distrik/kampung) yang belum memadai, jalur jalan nasional, provinsi dan kabupaten, masih banyak yang belum terhubung.

Namun upaya untuk menjamin operasionalisasi penerbangan yang aman, tertib, zero accident dan berbiaya murah menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pelayanan penerbangan di Tanah Papua.

Menurutnya peran BMKG dalam dunia penerbangan di Tanah Papua pun menjadi sangat vital dan fundamental. Untuk itu pihaknya mewanti-wanti kepada semua stakeholder menerapkan SPM (standar pelayanan minimum) penerbangan zero accident.

"Karena tidak ada toleransi terhadap kesalahan analisis data cuaca, karena itu menyangkut nyawa banyak orang di atas Tanah Papua. Kami berharap melalui Diklat yang diselenggarakan dalam bentuk sekolah lapang meteorologi dapat menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, kredibel, bekerja dengan sungguh sungguh terhadap perubahan iklim/cuaca yang dapat menggangu keamanan dan keselamatan penerbangan di Tanah Papua," pesannya.

Mewakili Pemkab Mimika, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika Paulus Dumais mengatakan, Papua memang masih sangat tergantung pada transportasi udara.

"Maka peran bandara di wilayah Papua dan Papua Barat sangat vital bagi masyarakat untuk kepentingan ekonomi, pemerintahan dan aktivitas sosial," lanjutnya. 

Untuk mendukung hal tersebut maka kemampuan petugas bandara, airlines, dan airnav dianggap perlu dibekali pengetahuan tentang pelayanan informasi cuaca untuk penerbangan. (Eka)