Ubah Pola Pengelolaan Sampah, DLH Mimika Launching Kios Sampah Inauga
Launching kios sampah di Inauga, foto: Martha/Papua60detik
Launching kios sampah di Inauga, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah dengan melaunching kios sampah di Kelurahan Inauga, Jumat (21/11/2025). 

Kios sampah ini memiliki tujuan sama dengan bank sampah yang sebelumnya telah diluncurkan oleh Distrik Mimika Baru. Hanya saja mekanismenya berbeda. Di kios sampah, mekanismenya adalah memilah, mengangkut, kemudian menimbang. Berbeda dengan Distrik Mimika baru, sampah ditukar dalam bentuk uang bekerja sama dengan BNI. Sementara di kios sampah, ditukar dengan sembako. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jeffry Deda dalam laporan menyampaikan peluncuran Kios Bank Sampah Inauga bukan hanya seremonial, tetapi merupakan perubahan perilaku besar dalam pengelolaan sampah dari yang semula, kumpul–angkut–buang menjadi pilah–kumpul–tabung.

Ia mengungkapkan produksi sampah di wilayah Mimika sudah mencapai 100 ton per hari, sedangkan kapasitas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka sisa empat Ha. Tanpa perubahan pola pengelolaan, persoalan sampah dikhawatirkan menjadi ancaman lingkungan serius.

Untuk mempermudah masyarakat, DLH juga menyiapkan Aplikasi Kios Sampah yang bisa didownload di play store. Masyarakat bisa menggunakannya untuk menjual sampah dengan penjemputan oleh petugas, atau mengantar langsung ke Kios Bank Sampah Inauga.

Lewat apliksi tersebut warga dapat mengisi jumlah sampah dan jenisnya, termasuk sudah mengetahui berapa nilai uangnya. Adapun jenis sampah yang dapat dijual antara lain plastik, logam, kertas, dan residu. Hasil penjualan dihitung berdasarkan timbangan, dan dapat ditukar dengan sembako seperti telur, minyak goreng, gula, dan mie instan.

"Untuk mempercepat perubahan perilaku masyarakat, DLH menargetkan 22 kios sampah aktif di kelurahan dan kampung dengan 2.200 nasabah aktif yang rutin memilah dan mengumpulkan sampah," ujar Jeffry.

Sementara itu, Asisten 1 Setda Mimika, Ananias Faot menjelaskan inovasi telah dilakukan oleh perangkat pemerintah daerah untuk menangani sampah dan bernilai ekonomis bagi masyarakat. Namun, di atas semua inovasi itu ada satu hal yang paling penting dan menjadi tantangan terbesar yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan mekanisme ini. 

"Kita dari waktu ke waktu berusaha melakuka perubahan. Pemerintah daerah terus mendukung pemerintahan distrik dan kelurahan untuk berinovasi menangani sampah," kata Ananias Faot.

Ia berpesan agar program kios sampah ini terus berkelanjutan bukan hanya euforia di awal peluncuran saja. 

"Hari ini kita launching, harus jalan. DLH dan Kelurahan ini, memastikan dan mengawal program ini," tegasnya. (Martha)