Warga Banti Kesulitan Minyak Tanah, Surat Disperindag Tak Direspon Pertamina
Papua60detik- Warga Kampung Banti Distrik Tembagapura dilaporkan mengalami kesulitan minyak tanah. Jika pun ada harganya bisa mencapai Rp120 ribu per liter.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika Petrus Pali Ambaa, bahkan mengaku telah menerima surat perwakilan warga Banti yang meminta tambahan kuota minyak tanah.
Menindaklanjuti surat warga itu, Disperindag menyurati Pertamina untuk mengajukan penambahan kuota minyak tanah.
“Kami langsung menyurat kepada Pertamina, bahkan sudah dua kali kita surati tetapi sampai hari ini tidak ada jawaban dari Pertamina,” kata Pali Ambaa saat di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika SP3, Senin (6/2/2023).
“Kita harap Pertamina segera menjawab permintaan ini. Kita juga tidak tahu apa yang menjadi permasalahannya sehingga Pertamina tidak menjawab permintaan yang kita ajukan,” sambungnya.
Menanggapi persoalan itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika Herman Gafur, menilai pemerintah lemah dan tidak berdaya menekan Pertamina. Padahal persoalan itu menyangkut kepentingan orang banyak.
"Ini kan lucu pemerintah tidak berdaya menghadapi Pertamina sementara pertamina ini hanya BUMN. Yang harus kita pertanyakan sejauh mana pemerintah mengintervensi Pertamina supaya secepatnya menjawab kebutuhan masyarakat yang ada di Banti. Jadi lucu lah kalau pemerintah mengeluh sudah dua kali bersurat," katanya saat ditemui wartawan di kantor DPRD Mimika. (Faris)