Warga Soroti Sistem Keamanan RSUD Merauke
Pemuda Kabupaten Mappi, Dominikus Atonggar. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik
Pemuda Kabupaten Mappi, Dominikus Atonggar. Foto: Eman Riberu/ Papua60detik

Papua60detik — Sistem keamanan di Rumah Sakit Umum Daerah Merauke disoroti masyarakat setelah peristiwa penganiayaan dan upaya pemerkosaan terhadap seorang perawat yang tengah bertugas di rumah sakit tersebut pada akhir tahun 2021.

Pemuda Kabupaten Mappi, Dominikus Atonggar mengharapkan manajemen RSUD Merauke membenahi sistem keamanan serta fasilitas di rumah sakit tersebut.

“Bulan lalu terjadi rencana pemerkosaan dan kekerasan terhadap salah satu perawat di RSUD Merauke. Pelakunya diduga salah seorang warga Mappi,” kata Dominikus, Selasa (11/1/2022).

Sebagai anak Mappi, Dominikus menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan tindakan individu yang tidak beradab. Karenanya, ia beharap agar pelaku dapat dibekuk dan diproses secara hukum.

“Selaku anak Papua, anak Indonesia, kami tidak menginginkan hal itu terulang lagi. Karenanya kami juga memberi masukan, saran dan kritik kepada manajemen RSUD Merauke,” tuturnya.

Ia mengatakan, perlu adanya pembenahan di rumah sakit tersebut baik dari aspek sumber daya sekuriti, kelengkapan fasilitas maupun hal lain yang menyangkut keamanan dan kenyamanan.

“Jumlah SDM keamanannya perlu ditingkatkan, fasilitas misalnya CCTV itu ditambah, pagar gedung juga perlu dinaikkan. Lalu gaji sekuritinya juga perlu diperhatikan,” kata Dominikus.

Menurut dia, masalah keamaman bukan hanya tugas kepolisian, tapi merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu meningkatkan sistem keamanannya.

“RSUD Merauke menjadi rumah sakit rujukan untuk Mappi, Boven dan Asmat. Karenanya kita sangat mengharapkan semua orang dapat merasa aman dan nyaman ketika berada di rumah sakit ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pada dini hari 11 Desember 2021 lalu, salah satu perawat di RSUD Merauke nyaris diperkosa orang tak dikenal. Pelaku dengan memegang sebilah parang masuk ke ruangan di mana nakes itu sedang bertugas. Lalu berusaha memperkosa korban.

Untung saja, nakes tersebut mencium niat jahat pelaku dan berhasil melawan dan menyelematkan diri kendati kedua jarinya terkena sabetan parang. (Eman Riberu)