Datangi DPRD Mimika, Forum Peduli Pencaker Tuntut Penerimaan CPNS Hanya OAP
Papua60detik - Forum Peduli Pencari Kerja (Pencaker) Kabupaten Mimika mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika, Selasa (27/8/2024).
Mereka menuntut agar tes CPNS dikhususkan untuk Orang Asli Papua (OAP) dan tes CPNS diselenggarakan secara offline.
Salah satu massa aksi, Rafael Taorekeyau mengatakan orang Papua telah diberikan kekhususan oleh negara. Sehingga tidak perlu ada orang lain datang menduduki jabatan di Papua.
"Negara berikan orang Papua Otsus, otonomi khusus. Jadi tidak ada lagi 80 20, harus 100 persen OAP," ujar dia saat berorasi di hadapan wakil rakyat.
Menanggapi itu, Anggota DPRD Mimika Iwan Anwar mengaku akan menindaklanjuti apa yang telah disampaikan. Ia juga setuju jika untuk tes CPNS harus ada perlakuan khusus bagi orang Papua.
"Karena kondisi geografis dan kemampuan kita. Ujian ini harusnya Papua diberlakukan khusus," ujar Iwan.
"Bagaimana mungkin orang pusat mau memahami daerah ini kalau tidak pernah ke sini," lanjut Iwan.
Meski demikian, dari beberapa poin itu merupakan ranah pemerintah. Sehingga pihaknya hanya menampung aspirasi untuk ditindaklanjuti.
Hal yang sama juga disampaikan Anggota DPRD Martinus Walilo bahwa pemekaran provinsi maupun kabupaten di tanah Papua tidak lain untuk Orang Asli Papua.
"Sehingga tidak perlu orang lain datang menduduki jabatan di sini. Dan ini kami akan tindaklanjuti. Kami harap supaya pemerintah juga menindaklanjuti. Jangan kita jadi pengemis di tanah sendiri," ucapnya.
Adapun empat poin tuntutan Forum Peduli Pencaker itu yakni meminta kuota CPNS Kabupaten Mimika 100 persen diisi oleh OAP, tes CPNS dilaksanakan secara offline, jangan ada batasan usia dan perlakukan khusus untuk Orang Asli Papua dalam tes CPNS mulai dari sekarang dan seterusnya. (Eka)