Dishub Susun Dokumen Perencanaan Pengembangan Bandara Mozes Kilangin
Dinas Perhubungan (Dishub) seminar pendahuluan jasa konsultasi perencanaan pengembangan bandar udara Mozes Kalangin, foto; Martha/Papua60detik
Dinas Perhubungan (Dishub) seminar pendahuluan jasa konsultasi perencanaan pengembangan bandar udara Mozes Kalangin, foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik- Wujudkan pengembangan prasarana bandar udara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perhubungan (Dishub) seminar pendahuluan jasa konsultasi perencanaan pengembangan Bandar Udara Mozes Kalangin. 

Perencanaan pengembangan yang dimaksud adalah pengembangan prasarana bandar udara yang sesuai dengan ketentuan teknis operasional yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan serta pembangunan bandar udara yang efektif dan efisien. 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Jania Basir menyebut rencana pengembangan bandara ini dilatarbelakangi oleh tiga hal. 

Pertama, salah satu modal pembangunan transportasi adalah terjalinnya konektivitas antar wilayah dan daerah, baik menuju dan keluar dari Papua Tengah. Konektivitas dan aksesibilitas ini akan meningkatkan pergerakan orang dan distribusi barang yang berdampak pada laju perekonomian masyarakat. 

Sesuai data pada tahun 2023, frekuensi penerbangan dan pergerakan penumpang akan mengalami peningkatan sebanyak 720.000 orang dengan estimasi 70.400 pergerakan pesawat terbang dan mendarat. 

"Yang ketiga, untuk meningkatkan layanan dengan peningkatan infrastruktur Bandar Udara Mozes Kilangin dengan mewujudkan 3S (Safety, Security, Services and Compliance)," ujarnya saat diwawancarai setelah selesai seminar, Jumat (30/08/2024). 

Pengembangan diperlukan supaya Bandara Mozes Kilangin memiliki daya saing dengan bandara-bandara besar lainnya di Indonesia. Perencanaan pengembangan ini juga mencakup keseluruhan badan badara, baik itu runway apron, taxiway paralel, ataupun semua fasilitas yang ada di bandara. 

Jania menjelaskan, kondisi Bandara Mozes Kilangin memiliki panjang landasan 2.390 meter dengan lebar 45 meter. Bandar Udara Mozes Kilangin Timika melayani 26 rute penerbangan penumpang dan 7 rute pengiriman logistik. 

Bandara Mozes Kalangan juga dilengkapi dengan fasilitas setara bandara internasional lainnya seperti terminal penumpang luas, fasilitas tempat parkir kendaraan dan akses keluar masuk kendaraan untuk menjemput dan menurunkan penumpang.

"Sehingga pada ketinggian 383 feet atau 116,74 meter pilot masih mampu melihat landasan dan dapat mendarat dengan selamat," tambahnya. 

Perencanaan ini juga bertujuan untuk mendapatkan dokumen perencanaan pembangunan bandar udara Mozes Kilangin berdasarkan data akurat serta tersusunnya dokumen perencanaan secara baik, tepat, sistematik, dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Jania mengatakan, dokumen perencanaan ini sementara dikerjakan oleh Dishub dan juga pihak ketiga yaitu PT EPCS Perencana Arsitektur Supervisi dan Manajemen. Rencananya, dokumen tersebut akan rampung pada Desember 2024 mendatang. Sedangkan, tahapan penelitian sendiri akan memakan waktu kurang lebih dua tahun bahkan lebih. 

“Jadi kita bertahap. Dokumen perencanaannya sudah harus siap di 2024, kemudian akan ada seminar akhir lagi," pungkasnya. (Martha)