Dua Venue PON Mimika Belum Berlistrik, PLN Minta Bayar Dulu
Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi. Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Manager PLN UP3 Timika, Martinus Pasensi. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Pada 17 Januari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2020 tentang Percepatan Dukungan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XX dan Pekan Paralimpik Nasional XVI Tahun 2020 di Provinsi Papua.

Inpres itu ditujukan kepada 28 instansi terkait, salah satunya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara yang membawahi PLN.

Puluhan instansi itu diinstruksikan mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk mempercepat dukungan dalam penyelenggaraan PON dan Paralimpik Nasional di Provinsi Papua.

Tapi faktanya, meski PON tinggal berbilang hari, dua venue di Kabupaten Mimika belum mendapat sambungan jaringan listrik dari PLN UP3 Timika. Keduanya, GOR Futsal dan GOR Biliar.

Manager PLN UP3 Timika, Martinus Irianto Pasensi beralasan, GOR Futsal dan GOR Biliar belum jadi pelanggan PLN Timika.

Dua venue itu membutuhkan daya berbeda. GOR Futsal butuh daya pemasangan baru 197 KVA dan GOR Biliar membutuhkan daya sebesar 66 KVA.

“Kalau kita, begitu uangnya siap penyambungan, langsung kita sambung. Bayar penyambungannya, langsung kita sambung,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/5/2021)..

Selain kedua venue itu, media center dan gedung kesektariatan, katanya, juga belum jadi pelanggan.

Ia mengaku sudah menyurati PB PON dan menyampaikan biaya penyambungan jaringannya.

“Nah yang belum jadi pelanggan ini kita harapkan secepatnya jadi pelanggan. Jadi kalau sudah jadi pelanggan baru kita pasang jaringannya,” ujarnya.

Syarat jadi pelanggan hanya berlaku bagi venue yang bersifat permanen. Lain skenario jika venue itu bersifat sementara, misalnya venue terjun payung di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan SP3. Syarat standar pemasangan listriknya adalah memiliki Sertifikat Layak Operasi (SLO). Itupun tak gratis karena menggunakan bahan bakar, petugas yang berjaga dan biaya operasional.

“Kalau memang sifatnya sementara itu bisa, istilahnya itu menggunakan listrik multiguna," katanya.

Soalnya, fasilitas listrik setiap venue mesti diuji coba sementara PON makin dekat. Uji coba di venue yang belum dialiri listrik atau yang belum menjadi pelanggan PLN, kata Irianto harus mengantongi izin dari teknisi kelistrikan venue itu sendiri.

"Karena kalau kita coba dan rusak atau meledak, siapa yang mau tanggung jawab," katanya.

Sampai sekarang, hanya GOR Eme Neme yang telah diuji coba fasilitas listriknya, dengan daya eksisting 82,5 KVA. Venue ini akan jadi arena pertandingan judo dan tarung drajat. (Anti Patabang)