GMKI, HMI dan PMKRI Walk Out dari Musda VII KNPI, Ini Alasannya
Perwakilan GMKI, HMI, PMKRI di salah satu cafe di Jalan Hasanudin, Minggu (6/11/2022). Foto: Faris/Papua60detik
Perwakilan GMKI, HMI, PMKRI di salah satu cafe di Jalan Hasanudin, Minggu (6/11/2022). Foto: Faris/Papua60detik

Papua60detik - Tiga anggota Kelompok Cipayung Timika: GMKI, HMI dan PMKRI walk out dari Musyawarah Daerah (MUSDA) VII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika di Hotel Horison Ultima Timika.

Ketua GMKI Timika, Richard Arthur Tutu mewakili rekan-rekannya menyebut beberapa alasan aksi walk out mereka pada Minggu (6/11/2022) pukul 03.15 WIT.

"Proses  penetapan kepesertaan yaitu peserta penuh dan peninjau pada Pleno IV Musda VII KNPI Mimika tidak sesuai dengan konstitusi yaitu AD/ART, mengingat banyak organisasi yang belum memiliki hak suara penuh dan organisasi yang tiba-tiba bermunculan serta tidak memiliki kaderisasi yang jelas," sebut Richard.

Mereka menyoroti pimpinan sidang, Steering Committee (SC) Musda VII dan DPD KNPI Papua yang inkonsistensi dan secara paksa melanjutkan tahapan Pleno IV yang sudah tidak sesuai konstitusi sebagaimana diatur dalam AD/ ART dan peraturan organisasi.

"Kami dari GMKI, HMI dan PMKRI menilai Musda VII KNPI Kabupaten Mimika cacat secara aturan organisasi karena sudah menabrak prosedural organisasi. Maka berdasarkan AD/ ART yang ada, itu dinyatakan inskonstitusional atau tidak sah," tuding Richard.

Ketua HMI Mohammad Amin  manambahkan, ia dan rekan-rekannya tidak akan bertanggung jawab atas Musda VII KNPI Mimika.

"GMKI, HMI dan PMKRI tidak bertanggung jawab atas Musda VII KNPI Mimika karena sudah tidak sesuai dengan konstitusi yaitu AD/ART KNPI yang berlaku," tutur Amin (Faris)