Hari Sumpah Pemuda, Jurnalis Perempuan Mimika Pelatihan Jurnalistik Buat Pelajar
Siswa SMA/SMK ikuti pelatihan jurnalistkm yang digelar JPM. Foto; Martha/ Papua60detik
Siswa SMA/SMK ikuti pelatihan jurnalistkm yang digelar JPM. Foto; Martha/ Papua60detik

Papua60detik - Puluhan siswa dari 12 SMA mengikuti pelatihan pelatihan jurnalistik yang digelar Jurnalis Perempuan Mimika (JPM) dalam rangka menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (29/10/2024). 

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang merupakan jurnalis berpengalaman yakni Marthen Moru membawakan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik dan Sevianto Pakiding membawakan materi terkait Menjadi Jurnalis Profesional. 

Tujuan kegiatan ini agar siswa mengenal lebih dekat dan membangkitkan kreativitas remaja dengan jurnalistik. 

Penjabat Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, menyebut kegiatan yang diselenggarakan oleh JPM ini menjadi momen menarik karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tahun 2024. 

Menurutnya, para peserta yang hadir sedang mengalami lompatan peradaban dan perkembangan teknologi. Di mana, saat ini menulis lebih gampang tapi tetap harus perhatikan ada kode etik.

"Kalau kita tidak siap, kita bisa terjerumus. HP yang kita gunakan bisa membuat kita terjerumus. Hal-hal itu yang harus kita cegah. Jauh lebih bagus menulis hal yang positif dan bermanfaat dari pada kita selalu komen dengan hal-hal negatif yang menyakiti orang lain," ujar Valentinus. 

Ia mengatakan jika anak muda paham soal karya jurnalistik bisa membantu pemerintah dan memberikan dampak ke sekolah. Menurutnya wartawan adalah mata dari Pemerintah Daerah. 

"Jurnalis bisa melihat semua yang terjadi di Mimika dan itu bisa membantu kami pemerintah dalam menginformasikan apa yang belum kami lihat. Misalnya ada sampah menumpuk, tidak diangkut dan kami tidak tahu, wartawan bisa melaporkannya," tambahnya. 

Ia berharap pelatihan kali ini bisa dimanfaatkan para siswa agar mengerti cara menulis benar dan bermanfaat bagi banyak orang. 

"Kami sangat berharap ini bisa menular dan dikembangkan lagi sehingga semua siswa yang belum bisa hadir mengerti dan tidak terjerumus pada teknologi yang bisa membuat kita terjerumus dengan hoaks," pungkasnya. (Martha)