Hasil Tes Doping Atlet Bisa Mengubah Segalanya
Papua60detik - Koordinator Kesehatan PON XX Papua Sub Mimika, dr Beeri Waropi mengatakan sampel pemeriksaan doping para atlet yang bertanding di Klaster Mimika diperiksa di Jayapura karena Mimika belum memiliki Litbangkes.
Pemeriksaan doping ini tidak berlaku bagi semua atlet. Hanya bagi mereka yang memiliki kriteria yang dilihat dari jenis pertandingannya, dan medali yang diperolehnya.
“Misalnya jenis pertandingan yang butuh fisik kuat terus dari tingkat juara 1 atau 2 yang masuk kategori nanti dilihat secara detail. Nanti ada petugas doping khusus,” jelasnya saat ditemui, Kamis (7/10/2021).
Pemeriksaan ini seyogyanya dilakukan sebelum pertandingan, namun karena keterbatasan peralatan, pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah para atlet selesai bertanding. Hasilnya pun baru akan keluar satu atau dua bulan kemudian.
“Jadi setelah pertandingan kemudian baru dilihat sesuai dengan kriteria baru dilakukan konseling kepada atlet itu untuk bersedia diambil sampel,” ungkapnya.
Beeri mengatakan pertandingan boleh berjalan, pengumuman hasil juara boleh keluar medali boleh diterima tetapi hasil tes doping bisa saja mengubah itu semua.
“Misalnya dia juara 1 dapat medali emas. Tetapi setelah diambil hasil doping dia ternyata positif maka otomatis medali emasnya gugur, jadi yang tadi juara 2 yang akan naik 1 tingkat di atasnya,” tutupnya. (Anti Patabang)