Jawab Kritik, Kadistik Janji Hidupkan Pasar Mapurujaya
Papua60detik - Kepala Distrik Mimika Timur Bakri At-Thoriq mengaku bakal menghidupkan kembali pasar Mapurujaya yang berada di Jalan Poros Timika - Pomako Kampung Mware, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah.
"Pasar Mapurujaya sangat disayangkan, anggaran pemerintah daerah sudah banyak keluar untuk membangun pasar di mana pasar ini tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Bakri kepada papua60detik.id, Sabtu (16/2/2025).
Katanya, pada 2023 saat menjabat sebagai Kepala Distrik, ia telah berupaya mengembangkan pasar tersebut. Namun di akhir 2023 ia diganti.
"Waktu itu, kami sudah ambil beberapa langkah untuk pasar aktif. Namun di 2024 pasar vakum, maka di 2025 nanti saya akan berupaya untuk mengaktifkan pasar kembali, saya tetap akan berkoordinasi dengan Disperindag dan Dinas Perhubungan bagaimana agar pasar ini bisa hidup, lalu dari Dishub bisa melakukan perubahan trayek untuk taksi dari Timika arah Pomako bisa singgah ke pasar begitu juga dari Pomako ke Timika," katanya.
Sebelumnya, Anggota DPR Kabupaten (DPRK) Mimika, Rampeani Rachman melontarkan kritik atas kondisi Pasar Mapurujaya yang kini tanpa aktivitas jual beli selayaknya pasar.
"Ini tidak ada kontrol, tidak ada pengawasan dari pihak terkait, Disperindag terkesan tutup mata," ujar Rampeani saat ditemui di kantor DPR Mimika (11/2/2025)
Katanya, pembangunan pasar tersebut sudah menghabiskan banyak anggaran negara. Seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga setempat.
"Haruskah bangunan ini dibiarkan mubazir? Banyak uang negara yang sudah dipakai. Tujuan pemerintah bagus untuk masyarakat, tetapi sampai saat ini semua pihak bisa melihat sendiri kondisinya. Kepala distrik silih berganti, tetapi tidak ada yang peduli," tegasnya.
Rampeani meminta ke depan, bupati definitif Mimika menempatkan pejabat distrik yang benar-benar peduli dan memiliki tanggung jawab atas wilayah yang dipimpinnya. Menurutnya, seorang kepala distrik seharusnya tidak hanya sekadar berkantor, tetapi juga aktif mengontrol kondisi di wilayahnya.

Bakri At-Thoriq berencana akan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari dua kampung, Tipuka dan Mware.
"Kampung Tipuka Bumdesnya di bidang pengolahan ikan asin dan perahu fiber. Nanti saya akan tarik yang pengolahan ikan asin untuk dipasarkan di Pasar Mapurujaya, jadi ada ciri khas kita di Mimika Timur," ucap Bakri.
Sedangkan di Mware Bumdesnya berupa ternak ayam petelur. Ia juga akan mengajaknya mengisi lapak Pasar Mapurujaya
"Saya juga ingin ajak kampung lain kalau memang ingin bergabung tetap kami akan terima karena pasar juga cukup banyak losmen yang kosong dan nanti akan diisi," ujarnya.
Tapi sebelum mengisi pasar, pemerintah distrik akan melakukan pembenahan terutama ketersediaan air bersih
"Karena selama 2024 kan tidak pernah aktif, jadi kami harus cek dulu airnya bagaimana. Fasilitas pasar kami aktifkan sehingga pengguna pasar ini bisa nyaman," paparnya.
"Untuk sewa losmen kami belum berani menarik iuran, pengguna losmen pasar masih bebas tarif," pungkasnya. (Eka)