Jeni Usmani Minta Anak TK dan PAUD Tak Dituntut Pintar Calistung
Siswa sekolah TK sedang bermain.  Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Siswa sekolah TK sedang bermain. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Kepala Dinas Pendidikan, Jeni Usmani mengatakan siswa TK dan PAUD  sekarang tidak boleh diajar membaca, menulis dan menghitung (calistung).

Menurutnya pola pembelajaran ini keliru dan bertentangan dengan program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yakni Merdeka Belajar.

“Dulu kebanyakan orang tua mau setelah tamat TK anaknya bisa baca tulis, sekarang tidak boleh,” katanya saat ditemui di TK Negeri Mitra Kencana, Kamis (22/7/2021).

Seyogyanya kata Jeni, pembelajaran di TK dan PAUD membuat anak senang dengan mengajar mereka bermain dan berkreasi. Bukan menuntut mereka pintar membaca, menghitung dan menulis.

Ia mengatakan anak diajarkan calistung pada umur dari umur 7 tahun atau kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Jika dipaksakan, bisa merusak perkembangan otak anak.

“Kalau dibebani dengan pelajaran yang terlalu banyak yang tidak sesuai dengan umurnya, dia akan mengalami stres. Cuma dia tidak ngomong. Tapi itu berakibat ke otaknya,” tegasnya.

Menurutnya, latar belakang utama pendirian TK adalah tempat menitip anak bermain jika ibunya kerja.

"Itu tujuan pertama Maria Montessori mendirikan TK,” (Anti Patabang)