Kembalikan Pelayanan di Alama, Dinkes Bakal Minta Saran Tokoh Masyarakat
Papua60detik - Pasca pembunuhan pilot asal Selandia Baru Glen Malcolm Conning di Distrik Alama pelayanan kesehatan di Distrik Alama belum berjalan.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan rencana di 2 dan 3 September nanti akan rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama yang ada di wilayah Alama, Jila, Jita, Tsinga dan Arwanop untuk mendapat masukan strategi pelayanan.
Salah satu strategi Dinkes adalah memperkuat pelayanan Puskesmas Alama, Jila, Jita, Tsinga, dan juga Aroanop di seputar Kota Timika. Pasalnya, masyarakat di lima wilayah pegunungan tersebut banyak tinggal di Kota Timika.
"Tentu saja hari ini pelayanan di sana belum berjalan maksimal. Namun, masyarakat di lima Puskesmas wilayah gunung itu kan banyak tinggal di daerah kota. Ada di Jalan Pisang, Kampung Mandiri Jaya, masyarakat Jila juga banyak tinggal di Jalan Petrosea. Itu sebenarnya pendekatan-pendekatan yang kami lakukan," ujarnya saat diwawancarai, Senin (26/08/2024).
Sebelumnya, Kepala perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan Puskesmas di Alama rata-rata per hari melayani sekitar 50 warga.
Menanggapi hal itu, Reynol Ubra menjelaskan bahwa data dari tahun 2022/2023 jumlah rata-rata orang yang dilayani itu ada 700 orang. Sehingga rata-rata orang berkunjung satu hari hanya 3 sampai 5 orang.
"Dan saya pikir ini harus mejadi bahan pemikiran bersama, bukan hanya tenaga kesehatan. Ada ekonomi, ada pendidikan, ada perlindungan perempuan dan anak-anakanak-anak, ada hak-hak masyarakat yang harus dilayani," terangnya.
Ia menjelaskan, apapun kondisi hari ini, harus menunggu situasi di sana kondusif dulu. Dan tentu saja harus mendapat persetujuan dari kepala daerah.
"Tentu masih akan ada pelayanan tapi strateginya itu kami akan mengambil dan menerima saran dari berbagai pihak," katanya.
Menurut Reynold, strategi pelayanan sangat diperlukan karena Mimika ini terdiri dari tiga topografy; pegunungan, dataran rendah, pesisir. Oleh karena itu, strategi pelayanan menjadi berbeda di setiap wilayah. (Martha)