Kepala SMA Negeri 3 Kokonao Bantah Masih Libur
Anggota DPRD Mimika dari Dapil 6, Thobias Maturbongs dengan guru dan siswa SMAN 3 Kokonao, Kamis (16/2/2023) Foto: Istemewa
Anggota DPRD Mimika dari Dapil 6, Thobias Maturbongs dengan guru dan siswa SMAN 3 Kokonao, Kamis (16/2/2023) Foto: Istemewa

Papua60detik - Kepala SMA Negeri 3 Kokonao, Aris Siada membantah laporan salah satu orang tua siswa yang menyebut sekolah yang dipimpinnya belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar sejak libur Natal dan Tahun Baru lalu.

Ia mengatakan guru SMAN 3 Kokonao selalu hadir di sekolah, namun kehadiran siswa sangat minim. 

"Kami membantah bahwa adanya pemberitaan terkait guru-guru tidak ada di tempat tugas. Memang beberapa guru ada yang di kota karena alasan emergency dan keperluan dinas lainnya seizin kepala sekolah,"ujar Aris Siada kepada wartawan dan Anggota DPRD Mimika Dapil 6, Thobias Maturbongs, Kamis (16/2/2023).

Sebelumnya, Jack Soway yang mengaku salah satu orang tua siswa melaporkan bahwa SMA Negeri 3 Kokonao hingga pertengahan Februari 2023 masih libur sejak libur perayaan Natal dan Tahun baru lalu.

"Saya ini sebagai salah seorang tua murid  dan saya juga dapat keluhan  dari warga, ini kondisi benar benar terjadi. Anak anak sudah mau sekolah tapi pintu masih terkunci. Jadi tolong hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Mimika, "keluhnya saat menghubungi wartawan, Senin (13/2/2023).

Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kokonao, Filibertus Watungwalar mengakui, proses belajar mengajar di SMAN 3 Kokonao belum normal karena tingkat kehadiran siswa yang minim.

"Kondisi sekolah belum maksimal belum berjalan secara baik karena murid muridnya sebagian masih libur di kampungnya, ini juga karena kurangnya kepedulian orang terhadap anak anaknya untuk bisa segera masuk sekolah," kata Filibertus.

Katanya, fenomena seperti yang terjadi saat ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Setiap awal tahun, sebagian siswa masih tinggal di kampung.

"Rendahnya kehadiran siswa dalam proses KBM di SMAN 3 Kokonao, harus menjadi perhatian bagi orang tua dan wali murid, sehingga proses belajar mengajar bisa kembali normal seperti biasanya," harapnya. 

Siswa di SMAN 3 Kokonao berjumlah 120 anak. Sebagian besar siswanya adalah anak-anak asli Kamoro. (Faris)