Komentar Pejabat Pusat Sama Saja, Mimika Siap PON
Konferensi pers Menpora di Kantor PB PON XX Papua Sub Mimika, Sabtu (28/8/2021). Foto:Fachruddin Aji/papua60detik
Konferensi pers Menpora di Kantor PB PON XX Papua Sub Mimika, Sabtu (28/8/2021). Foto:Fachruddin Aji/papua60detik

Papua60detik - Sejak sebelum PON ditunda, Mimika sudah seringkali dapat kunjungan para pejabat pemerintah pusat.

Mereka pergi meninjau langsung venue PON ditemani pejabat setempat. Kunjungan biasanya berakhir dengan press conference atau wawancara.

Dari mereka yang berkunjung, komentarnya sama saja, Mimika siap jadi tuan rumah PON.

Terkahir, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali berkunjung Sabtu (28/8/2021) kemarin.

Ritualnya sama: kunjungan ke venue, press conference, pulang. Komentarnya pun sama, Mimika sudah siap jadi tuan rumah PON.

"Kami sudah diberikan informasi dan saksikan langsung bahwa pekerjaan fisik untuk Klaster Mimika sudah selesai 100 persen, baik venue dan penginapan. Saya berharap tinggal pak Bupati dan pengurus Sub PB PON XX Klaster Mimika menyiapkan sumber daya untuk mengelola sebab di Mimika ini ada 9 cabor dengan 11 disiplin yang akan bertanding," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Sub PB PON XX Mimika.

Padahal, pernyataan resmi PB PON XX Sub Mimika pada Selasa (25/08/2021), persiapan keseluruhan masih di angka 70 persen. Venue sendiri masih rata-rata 90 persen karena belum dioverlay dan peralatan belum masuk semua.

Tapi bagi Menpora, apapun itu PB PON XX Sub Mimika harus menunjukan kinerjannya karena Mimika dapat kesempatan langka jadi tuan rumah.

Tamu, atlet dan official yang datang, wajib pulang membawa kesan baik tentang Mimika dan Papua. Apalagi katanya, di Mimika ada perusahaan tambang raksasa, PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kesan baik, kata Menpora jadi bukti Mimika mampu menggelar event level nasional.

"Semua aman (pembangunan) dan tidak ada kendala, peralatan dan perlengkapan pun sedang dikirim juga. Tapi yang kami tunggu-tunggu itu yah tidak lain uang trasportasi, konsumsi dan akomodasi, kewenangan itu sebenarnya sudah dilimpahkan ke kami tapi fisiknya belum sampai," katanya.

Menurut Bupati, suksesnya penyelenggaraan PON XX akan menjadi tolak ukur Mimika menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah jika benar terjadi pemekaran.

"Provinsi itu hanya membangun venue futsal sementara yang lain seperti listrik, jalan, serta penunjang lain itu berasal dari APBD kami," tutupnya.

Fakat soal kesiapan, PB PON XX Sub Mimika baru merekrut relawan. Ribuan yang lolos nanti belum lagi mengikuti bimbingan teknis.

Soal penginapan, per Sabtu (28/8/2021), pengusaha hotel belum ada kata sepakat dengan PB PON XX Sub Mimika, belum ada MoU antar keduanya. (Fachruddin Aji)