Masih Terapi Cidera, Maria Londa Tetap Sabet Medali Emas Lompat Jauh
Atlet asal Bali  Maria Natalia Londa meraih medali emas pada partai final cabang lompat jauh di Mimika Sport Complex, Selasa (5/10/2021). Foto: Humas PPM/Joseph Situmorang
Atlet asal Bali Maria Natalia Londa meraih medali emas pada partai final cabang lompat jauh di Mimika Sport Complex, Selasa (5/10/2021). Foto: Humas PPM/Joseph Situmorang

Papua60detik - Meski masih menjalani terapi akibat cedera lutut, atlet nomor lompat jauh putri Provinsi Bali, Maria Natalia Londa tetap mampu mencatatkan diri sebagai yang terbaik pada PON XX Papua di venue Atletik Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (5/10/2021).

Maria berhasil menyabet mendali emas dengan lompatan sejauh 6.26 meter. Capaian ini belum mampu memecahkan rekor Nasional yang dicatatkan olehnya sendiri dengan lompatan sejauh 6.70 meter.

Maria mengakui, menghadapi PON XX di masa pandemi covid-19 ini sangat berat buat semua atlet, terutama pada saat latihan.

"Latihan seperti biasa tetapi memang terhalangi dengan adanya pandemi ini. Jika ada satu yang positif maka semuanya harus karantina di (tempat) Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), latihannya di kamar masing-masing," tuturnya.

Maria mengungkapkan untuk PON XX Papua faktor terberatnya adalah cuaca yang tidak menentu.

"Tiba-tiba hujan, ini yang menghalangi penglihatan kita. Apalagi pakai kecepatan optimal dengan papan tumpu 20 cm sebagai tanda keabsahan itu yang agak sulit," ungkapnya.

Selama berkarir, Maria telah mengoleksi tujuh medali emas, empat di antaranya di ajang PON. Wanita asal Bali ini pernah memutuskan pensiun setelah menyabet medali emas di Sea Games Filipina tahun 2019 lalu. 

"Iya saya batal pensiun dan masih dikasih berkat sama Tuhan jalani dulu. Target saya masih ada di Sea Games dan Asian Games tahun depan, karena masih ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tuturnya.

Maria berharap dengan fasilitas di seluruh Indonesia yang semakin membaik, muncul generasi-generasi muda yang lebih berprestasi ke depan. 

"Seperti yang dikatakan pak Luhut (Binsar Panjaitan), dengan meratanya fasilitas dan para pelatih semoga menghasilkan atlet muda yang berprestasi lebih baik dari saya," harapnya. (Burhan)