Melihat Latihan Perdana Tim Panjat Tebing PON Papua
Papua60Detik - Setelah tiba di Timika, Sabtu (21/8/2021), tim panjat tebing PON Papua mulai latihan perdana, Senin (23/8/2021).
Meski hujan tak henti mengguyur, mereka tetap asyik berlatih. Sebagai tuan rumah mereka diuntungkan bisa berlatih di venue panjat tebing yang akan jadi tempat diselenggarakannya PON XX Papua 2021 di Jalan Poros SP2 - SP5.
Di antara 13 atlet, ada Nesti Stela Iriani Padai. Ia anak asli Papua, dari Serui. Sudah dua tahun bergabung di tim panjat tebing PON Papua. Tahun ini ia baru lulus SMA.
Dunia panjat tebing bagi Nesti seluruhnya adalah hal baru. Sebelum bergabung, ia tak punya sama sekali pengalaman memanjat tebing.
Tapi meski begitu, saat ini ia bisa jadi andalan tim panjat tebing PON Papua.
Sejak bergabung. Ia sudah mengikuti beberapa kejuaraan. Pertama kali kejuaraan panjat tebing di Kejurnas Junior Talaud Kalimantan, saat itu ia baru dua bulan ikut tim.
Nesti bisa masuk final saat kejuaraan di Bali dan mendapatkan medali perak saat pelaksanaan simulasi di Bogor Jawa Barat.
“Pastinya bangga bisa sampai ke jenjang ini, banyak suka dukanya,”ungkapnya.
Di PON nanti, Nesti bakal turun di semua kategori: speed, lead, boulder dan combine.
Kepala Pelatih, Yudistiro mengatakan, timnya akan pemusatan latihan di Timika sampai PON nanti. Adaptasi terhadap venue dan kondisi cuaca Timika yang tak menentu jadi prioritasnya.
“Kita coba beradaptasi dengan kondisi di sini, karena faktor cuaca itu pengaruhnya sangat besar. Hujan hari ini membuat kita kurang maksimal berlatih, tapi itu yang harus kita antisipasi,” ujarnya usai memimpin latihan.
Melihat venue PON yang ada di Timika, Yudistiro bercerita tentang pengalamannya selama mengikuti ajang PON sejak tahun 2000an.
Menurutnya, venue panjat tebing sudah semakin baik dan telah bertaraf internasional.
“Mudah-mudahan dengan adanya media yang sudah bertaraf internasional ini nantinya akan ada atlet-atlet dari sini yang bisa bertaraf internasional juga,” ujarnya.
Menurut Yudistiro, Papua memiliki potensi atlet panjat tebing yang cukup mumpuni dan bisa bersaing dengan atlet dari luar Papua. Tapi itu hanya modal awal, pembinaan usia dini dan program pelatihan tetap yang menentukan.
“Semua kembali ke pembinaannya saja, kalau dibina dengan baik, semua akan berkembang,” ujarnya. (Joe Situmorang)