Momen Hari Guru: Ini Cerita Antonius Saba Patasik Mengajar di Pedalaman Papua
Antonius Saba Patasik mengajar di SDN Aroanop. Foto: Dokumen pribadi
Antonius Saba Patasik mengajar di SDN Aroanop. Foto: Dokumen pribadi

Papua60detik - Antonius Saba Patasik atau yang lebih akrab disapa Saba adalah seorang anak muda asal Toraja Utara yang sudah 10 tahun mengabdi sebagai guru honor di Mimika.

Ia menginjakkan kaki di Timika sejak umurnya baru 16 tahun. Melanjutkan pendidikan hingga akhirnya memutuskan untuk mengabdikan diri sebagai guru.

Perjalanannya 10 tahun menjadi guru honor tidaklah mudah. Banyak tantangan yang ia hadapi, namun itu tidak membuatnya gentar dan mundur.

5 tahun ia habiskan mengajar di wilayah kota dan 5 tahu berikutnya sampai sekarang ia di wilayah pedalaman.

Saat ini Saba mengajar di SD Negeri Aroanop Distrik Tembagapura. Wilayah pegunungan yang tak semua guru mau ditugaskan.

Ia menceritakan menjadi guru di wilayah pedalaman khususnya di Aroanop tidak segampang yang orang lain bayangkan. Banyak kesulitan yang dihadapi. Salah satunya adalah situasi, kondisi dan juga akses yang sulit.

“Kita sulit menjangkau orang tua siswa kalau anaknya tidak masuk sekolah karena masalah keamanan. Jadi ini yang menghambat,” katanya kepada Papua60detik.id, Kamis (25/11/2021).

Meski banyak tantangan, namun ia tetap senang bisa mengabdikan diri di wilayah tersebut.  Baginya menjadi guru bukan hanya menjadi pengajar atau pendidik saja, tetapi juga bisa menjadi teman bagi siswa.

Guru bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun sebaliknya karena guru diperhadapkan dengan siswa yang memiliki karakter  berbeda-beda. Namun inilah seninya. Bagaimana mengubah karakter anak yang dulunya malas menjadi rajin.

Prinsipnya dalam mengajar adalah memberi hati. Sebagaimana tema Hari Guru tahun ini yakni 'Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan'.

Pria kelahiran 1990 ini mengatakan 10 tahun menjadi guru ia belum begitu merasakan perhatian pemerintah. Padahal seharusnya mereka juga diprioritaskan karena guru honorerlah yang selalu stay di tempat tugas dan siap ditugaskan di pedalaman.

Ia berharap di Hari Guru ini, Pemerintah Kabupaten Mimika bisa lebih memperhatikan mereka. Membuka peluang untuk diangkat menjadi PNS.

“Harapannya. Tolong yang sudah lama mengabdi diprioritaskan. Bukan hanya bagi mereka yang memiliki orang dalam,” tuturnya.

Soal gaji, lulusan Uncen kelas Timika ini mengatakan sudah mulai lancar dan dibayarkan per triwulan. 

“Sekali lagi semoga kami diperhatikan pemerintah. Bukan hanya PNS saja yang diperhatikan. Kami honorer juga,” tutupnya. (Anti Patabang)