Pasca Kerusuhan, Warga Wakia Mengungsi di Pantai Pakai Tenda
Papua60detik - Pasca kerusuhan yang terjadi di Kampung Wakia Distrik Mimika Barat Tengah pada 29 Agustus lalu, kini warga mengungsi di pantai dengan mendirikan tenda dari terpal.
Penyerangan oleh sekelompok masyarakat diduga dari Kabupaten Dogiyai dan Deiyai itu mengakibatkan beberapa rumah warga Kampung Wakia habis terbakar.
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Septinus Timang, pada Minggu (1/9/2024) turun ke lokasi pengungsian di Pantai Wakia untuk melihat langsung kondisi warga yang rumahnya dibakar oleh oknum masyarakat dari dua kabupaten tetangga tersebut.
Septinus Timang didampingi Sekretaris Distrik Mimika Barat Tengah Melkisedek Snae bertemu langsung dengan warga Wakia yang terpaksa mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara.
"Saya ditugaskan langsung oleh pimpinan untuk mengecek situasi, keadaan masyarakat yang mengungsi karena rumahnya di kampung terbakar. Kami juga mau dengar apa yang sebenarnya yang terjadi dan keluhan masyarakat yang menjadi korban itu apa saja selain bantuan perumahan tentunya," ujar Septinus.
Katanya, Pemkab kaget dengan kejadian itu. Ia menjamin pemerintah tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut.
"Atas nama Pemerintah, saya berharap semua warga yang ada di pinggir pantai ini bisa menjaga kesehatan dan tetap tenang, jangan terpancing dengan isu-isu yang beredar. Pemerintah dan aparat keamanan tidak mungkin tinggal diam. Kami akan secepatnya mencari solusi terbaik agar masyarakat tidak tinggal di pinggir pantai tetapi ada rumah yang bisa dihuni sementara pemerintah selesaikan konflik Wakia," ungkapnya.
Warga yang mengungsi bukan saja warga Kampung Wakia tetapi ada beberapa pendulang yang selama ini sudah hidup berbaur dengan warga setempat. Mereka kini membutuhkan bantuan seperti pakaian layak, tenda dan tikar. (Eka)