Pemda Diharapkan Beri Dukungan ke KPU Merauke untuk Pemilu Serentak 2024
Anggota KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy. Foto: Ami/ Papua60detik
Anggota KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy. Foto: Ami/ Papua60detik

Papua60detik -  Anggota Komisoner KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy menyebut Pemilu serentak 2024 nanti bakal jadi Pemilu paling rumit di dunia. 

Ketika masuk ke bilik suara, pemilih harus mengambil lima surat suara dengan model masing-masing, ada besar dan kecil. Sebab itu menurutnya, perlu sosialisasi intensif agar semua warga paham.

Atas dasar itu, Adam berharap, Pemerintah Daerah Merauke memberikan dukungan teknis ke KPU Merauke berupa biaya non tahapan. Karena banyak kegiatan yang harus dilakukan KPU diluar dana tahapan.

"Kita minta tolong bapak Bupati, bantulah KPU Merauke,” kata Adam di Swissbel Hotel Merauke, Senin (5/9/2022) kemarin.

Menurutnya, banyak kegiatan yang harus dilakukan KPU, mulai dari sosialisasi bagi pemilih pemula, kelompok marjinal hingga daerah yang memiliki partisipasi pemilih rendah.

Tahapan dan jadwal untuk Pemilu serentak tahun 2024 sudah dimulai sejak 14 Juni 2022 lalu. Sesuai PKPU, tahapan itu dilakukan 20 bulan dihitung mundur dari hari H. 

“Sampai saat ini KPU terus bekerja semaksimal mungkin,” ucapnya.

Di dalam Undang-Undang, kata dia, memang Pemilu dilaksanakan oleh salah satu komisi. Tapi dalam pelaksanaannya, banyak masalah yang terjadi, menjelang dan sesudah. Pasti ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengganggu proses Pemilu. 

Adam menambahkan, KPU provinsi Papua sudah bersinergi dengan Polda Papua, Kejati Papua, Gubernur hingga instansi terkait lainnya, termasuk di kabupaten-kabupaten. 

“Kami juga berharap di Merauke juga demikian. Di PKPU sendiri mengamanatkan harus berkoordinasi terus bersama pihak terkait, termasuk pemerintah,” pungkasnya (Ami)