Puncak Curah Hujan di Timika Berakhir, Kini Masuk Peralihan
Papua60detik - Puncak curah hujan di Kabupaten Mimika telah berakhir. Kini tiba masa peralihan atau pancaroba.
Forecaster BMKG Timika Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin William Titahena mengatakan September ini curah hujan berkurang dibanding pada puncak curah hujan di bulan Juni, Juli dan Agustus.
"September ini intensitas hujannya lebih berkurang, masih ada hujan tetapi sudah tidak pagi-pagi lagi lah," ujarnya, Jumat (6/9/2024).
Data grafik perbandingan curah hujan bulanan normal menunjukkan di Agustus 2024 curah hujannya begitu tinggi, melampaui batas normal.
"Jauh sekali rata-ratanya dari yang normal, yang normal 627.7 mili meter sedangkan Agustus 2024 ini 1111.3 mili meter," katanya.
Bahkan katanya, puncak musim hujan pada 2024 melebihi batas normal atau lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Apalagi pada Agustus 2024 ini, selisih dengan rata-rata normal hingga 584 mili meter. Padahal biasanya puncak musim hujan tertinggi ada di Juli.
"Kalau biasanya dari puncaknya itu Juli yang tinggi, tetapi ini Agustus yang tinggi, mungkin dipengaruhi faktor global," ucapnya.
Masuk September, Timika mulai cerah. Meski hujan masih saja turun tapi tak seintens di masa tiga bulan sebelumnya.
"Itu karena faktor hujan lokal," pungkasnya. (Eka)