Soal Kerusuhan Wakia, John Rettob: Jika Karena Tambang Ilegal, Maka Harus Tutup
Plt Bupati Mimika Johannes Rettob. Foto: Dok/ Papua60detik
Plt Bupati Mimika Johannes Rettob. Foto: Dok/ Papua60detik

Papua60detik - Pemerintah Kabupten Mimika dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera mengambil langkah terkait persoalan di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.

Diberitakan sebelumnya se-kelompok masyarakat yang diduga dari Kabupaten Dogiyai dan Deiyai menyerang Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Rabu (29/8/2024) malam. 

Plt Bupati Mimika Johannes Rettob  mengungkapkan, akhir pekan ini Forkopimda Mimika akan mengirimkan tim ke Kampung Wakia meninjau lokasi dan mencari solusi terkait persoalan di sana.  

"Yang selama ini mereka bicara tentang tapal batas, tapi sebenarnya bukan tapal batas, kemungkinan itu terkait dengan ilegal mining (tambang ilegal) yang ada di sana," katanya saat ditemui di Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Jumat (30/8/2024).

John menyebut setelah kunjungan tersebut pihaknya baru akan memutuskan bersama langkah yang perlu dilakukan.

"Kerusuhan di sana itu saya kira emosional antar masyarakat dan pasti bukan karena tapal batas tapi ilegal mining, ini kami (Pemkab dan Forkopimda Mimika) akan cari solusinya, akhir pekan ini teman-teman (Pemkab) ke sana, Selasa Forkopimda ke Kapiraya (Wakia) kita mau cari solusi," tegasnya.

John menegaskan, apabila biang kerusuhan itu terkait tambang ilegal maka tambang itu harus ditutup.

"Kita mau cari solusi, kira-kira apa yang kita perlu lakukan, kalau ilegal mining persoalannya maka kita harus tutup," katanya.

John juga menyinggung berkaitan dengan laporan jika masyarakat Kampung Wakia yang mengungsi.

"Sesudah ini saya akan ketemu dengan masyarakat Wakia, ada sekitar dua kampung ngungsi, tapi saya belum tahu ngungsinya seperti apa, tapi pemerintah akan bantu," tutupnya. 

Sebelumnya, Kapolres Mimika AKBP I Komang Budhiarta menyebut penyebab serangan ke Kampung Wakia karena terdapat permasalahan tambang emas ilegal.

"Memang di situ ada permasalahan aktivitas tambang ilegal. Dua minggu lalu saya sudah perintahkan untuk tambang itu ditutup. Dan kami sudah sampaikan ke kepala kampung, kepala suku para tokoh di sana untuk tutup tambang itu," katanya. 

"Ada selisih paham antara masyarakat Suku Mee dengan masyarakat di Kampung Wakia. Kejadian tadi malam yang dibakar itu semua aset yang dimiliki oleh Kepala Kampung Wakia," lanjut Komang. 

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Yang dibakar oleh kelompok tersebut yakni rumah yang sudah kosong, alat berat dan kendaraan. (Faris)