Sumbang Emas Untuk Papua, Nesthy: Saya Masih Belajar
Papua60detik - Setelah sempat tertunda sehari karena hujan, akhirnya Abas Hamid dan Nesthy Stella Iriani Pedai, dua atlet dari Cabang Olahraga (Cabor) panjat tebing di nomor speed classic mix (campuran) dikalungi medali emas di venue Sport Climbing Timika, Rabu (29/9/2021).
Abas dan Nesthy berhasil meraih emas dengan catatan waktu 34,58 detik. Di posisi kedua, atlet asal Jawa Timur, Rahmad Adi Mulyono dan Dhorifatus Syafi'iyah meraih perak dengan catatan waktu panjat 34,59 detik pada pertandingan yang digelar Selasa (28/9/2021).
Sementara medali perunggu diraih pasangan Aspar dan Mudji Mulyani. Kedua atlet asal DKI Jakarta ini mencatatkan waktu 37,20 detik.
Seremoni penyerahan dan pengalungan medali kepada para juara dilakukan oleh Yenny Wahid, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di Venue Panjat Tebing SP2 Poros SP 5, Rabu (29/9).
Abas Hamid dan Nesthy Stella Iriani Pedai, mengaku bangga dan bahagia atas raihan medali emas yang bisa melecut semangat bertanding bagi atlet Papua lainnya dalam ajang olahraga empat tahunan ini.
“Medali emas sudah menjadi target awal dari kami. Kami sangat senang karena sesuai harapan, ini juga berkat dukungan masyarakat Papua, khususnya masyarakat di Kabupaten Mimika sebagai klaster penyelenggara yang mendukung kami berdua," ungkap Abas didampingi Nesthy saat jumpa pers usai pengalungan medali.
Nesthy juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Papua yang telah mensupport sejak sesi latihan di tiga wilayah, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
"Terima kasih kepada keluarga besar Papua yang sudah dan selalu mendukung saya. Saya masih banyak belajar dan akan terus berusaha untuk menampilkan hasil yang maksimal juga prestasi gemilang dari olahraga ekstrem ini," ujarnya.
Secara terpisah, Dhorifatus Syafi'iyah, atlet putri peraih medali perak asal Jawa Timur, mengaku capaian prestasi bersama Adi Mulyono merupakan hasil terbaik dan maksimal dipersembahkan bagi daerahnya.
"Kita sudah main maksimal, apapun hasilnya, ini yang terbaik. Kalau untuk kesulitan tidak ada karena kita main sangat tenang dan arena di sini sangat bagus dan berstandar internasional," apresiasi Dhorifatus Syafi'iyah.
Dhorifatus juga Adi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Jawa Timur yang sudah mendukung hingga meraih sukses medali perak di bumi Cenderawasih. (Burhan)