Wakia Terkendali, Masyarakat Minta Tiga Pemkab Selesaikan Tapal Batas dan Tambang Ilegal
Papua60detik - Situasi Kampung Wakia Distrik Mimika Barat Tengah terkendali pasca penyerangan sekelompok masyarakat yang diduga dari Dogiyai dan Deiyai pada Rabu 29 Agustus 2024 lalu.
Penyerangan itu diduga karena permasalahan tapal batas dan aktivitas tambang ilegal.
Kapolres Mimika AKBP I Komang Budiartha menyebut saat ini masyarakat sudah turun dari lokasi penambangan ilegal tersebut.
"Situasi Wakia masih terkendali, yang jelas masyarakat di Kapiraya sudah turun semua (dari lokasi tembang ilegal) termasuk sudah ada yang turun di Uta juga," ujarnya, Senin (2/9/2024).
Saat ini, masyarakat yang masih tinggal di lokasi itu dari masyarakat dari kabupaten lain dan anggota Polsek Mimika Barat yang dibackup personel Brimob.
Kapolres mengatakan, pihaknya telah selesai melakukan rapat bersama instansi terkait untuk segera menyelesaikan persoalan antara tiga daerah, Mimika, Dogiyai dan Deiyai.
"Dan permintaan dari mereka pada 7 September besok mereka minta tiga Pemda sudah bisa menyelesaikan persoalan tersebut di Kapiraya," jelas Kapolres.
"Sebenarnya itu masalah tapal batas, tambang ilegal, dan yang jelas saya sudah sampaikan di awal untuk tutup lokasi penambangan tersebut, " lanjutnya.
Kapolres menekankan siapa pun masyarakat yang bekerja di sana otomatis jadi tanggung jawab pemerintah daerah Mimika, karena itu masih termasuk lokasi Mimika. (Eka)