Yusak Yaluwo Nakhodai Partai Golkar Papua Selatan
Papua60detik - Yasuk Yalouw terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Golkar Provinsi Papua Selatan dari hasil musyawarah daerah I Partai Golkar Provinsi Papua Selatan tahun 2022 di Aula ‘Yorgen Sai’ DPD Partai Golkar Kabupaten Merauke, Kamis (13/10/2022).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus berharap Musda tersebut menghasilkan pemimpin yang berkualitas, yang rela berkorban tenaga dan pikiran untuk membesarkan partai.
Baca Juga: Natalis Tabuni Nakhodai Nasdem Papua Tengah
Kemudian di tahun 2024 dalam pemilihan serentak, pengurus katanya harus menunjukkan eksistensinya agar partai Golkar menang dalam pemilihan presiden, pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah.
“Kita harus siap. Untuk memilih calon gubernur PPS. Dengan kader yang berkualitas kader Golkar akan mampu merebut kursi gubernur Papua Selatan, yang tentunya atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Lodewijk saat membuka Musda.
Sementara Plt Ketua DPD Golkar Provinsi Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyebut kehadirannya kali ini ke Merauke sudah dengan situasi yang berbeda. Dimana, saat ini sudah menjadi Provinsi Papua Selatan, daerah yang baru saja dimekarkan dari Provinsi Papua.
Ia mengatakan, Partai Golkar adalah partai yang memperjuangkan pemekaran. Sebab, pemekaran menurutnya merupakan upaya pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan dan pemerataan di tanah Papua.
“Bahagia yang diraskan masyarakat di wilayah barat dan tengah, itu harus sama bahagianya dengan masyarakat di timur. Begitu juga dengan kemajuan yang dirasakan masyarakat di barat dan tengah harus juga dirasakan di tanah Papua,” beber pria yang juga merupakan Ketua Komisi II DPR RI itu.
Menurut Doli, pemekaran itu sendiri harus dikawal hingga pembaharuan itu benar-benar dirasakan masyarakat. Salah satu wujud tanggung jawab partai Golkar dalam mengawal pemekaran ini, Partai Golkar hadir menjadi Parpol pertama yang melakukan konsolidasi PPS.
“Kita harus memulai konsolidasi. Selain mempersiapkan untuk hadirnya provinsi baru kita juga harus mempersiapkan perangkat mengawal proses demokrasi. Karena tidak lama lagi akan melaksanakan Pemilu yang melibatkan 37 provinsi,” tandasnya. (Ami)