10 Dapur SPPG Ditutup Sementara di Papua Barat Daya
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)

Papua60detik - Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan penutupan sementara 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah itu dilakukan agar seluruh dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

"Persoalannya bermacam-macam. Ada menu yang tidak sesuai standar, ditemukan ulat pada makanan, ada masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) hingga pembangunan gedung yang belum memenuhi standar, sehingga direkomendasikan untuk dilakukan perbaikan," kata Wagub Ahmad Nausrau di Sorong, Selasa (30/6/2026) seperti dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan penutupan tersebut bersifat sementara. SPPG yang telah menyelesaikan perbaikan dan dinyatakan memenuhi persyaratan oleh tim penilai akan segera diizinkan beroperasi kembali.

"Harapannya perbaikan bisa cepat selesai. Kalau tim sudah menilai memenuhi syarat, bisa segera operasional kembali karena harapan pemerintah Program MBG melalui dapur-dapur SPPG ini dapat berjalan dan memberi manfaat yang lebih luas kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya mendukung percepatan perbaikan seluruh SPPG yang ditutup agar layanan Program MBG dapat kembali berjalan secara optimal dengan tetap mengedepankan standar keamanan pangan dan kelayakan fasilitas.

Sebanyak 10 SPPG yang ditutup sementara tersebar di empat kabupaten/kota, yakni empat SPPG di Kota Sorong meliputi Klabulu di Sorong Malaimsimsa, Sawagumu di Sorong Utara, dan Remu Utara Sorong Manoi Malawei.

Selanjutnya satu SPPG berada di Kabupaten Sorong yakni SPPG Malawele. Tiga SPPG berada di Kabupaten Raja Ampat yakni SPPG Kota Waisai 2, Teluk Mayalibit-Lopintol, dan Kofiau-Tolobi.

"Sementara itu dua SPPG lainnya berada di Kabupaten Sorong Selatan yakni SPPG Kaibus dan Wernas," ucapnya.

Meski terdapat penutupan sementara sejumlah SPPG, kata dia, Program MBG di Papua Barat Daya tetap menyasar sebanyak 79.824 penerima manfaat.

"Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemenuhan standar pada seluruh dapur yang masih ditutup," katanya. (Redaksi)