17 Pegawai Puskesmas Timika Isolasi Mandiri
Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung.   Foto: Anti Patabang/Papua60detik
Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung. Foto: Anti Patabang/Papua60detik

Papua60detik - Sebanyak 17 dari 161 pegawai Puskesmas Timika sedang melakukan isolasi mandiri karena terpapar covid-19.

Mereka bukan hanya tenaga kesehatan saja seperti dokter, bidan dan perawat, namun juga tenaga umum.

Untungnya hal ini kata Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung tidak mempengaruhi pelayanan Puskesmas. Semua layanan masih berjalan seperti biasa.

Sebelumnya, di Bulan Juli lalu ada 36 pegawai Puskesmas Timika yang terpapar, termasuk Puput Putriani yang gugur, Kamis (29/7/2021) setelah berjuang melawan covid-19 di RSUD Mimika.

“Bulan Juli kemarin ada 36 yang terpapar. Agustus ini ada 17 orang. Tapi pelayanan tetap berjalan dengan baik,” katanya saat ditemui, Kamis (12/8/2021).

Memang pegawai yang bekerja di fasilitas kesehatan khususnya para tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien covid-19 sangat rentan terpapar covid-19 sekalipun mereka sudah menggunakan alat pelindung diri (APD).

Ia mengatakan semua orang memiliki risiko terpapar covid-19, namun semua tergantung imunnya saja.

Tetapi  bukan berarti, mereka yang memiliki imun kuat itu acuh dan mengabaikan protokol kesehatan, karena efeknya kepada orang yang ada di sekitar dengan daya tahan tubuh rendah.

Ia memberi contoh, pegawai yang bekerja di Faskes saja yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan sangat baik dan ketat, masih tetap terpapar. Apalagi mereka yang tak pakai APD sama sekali.

“Bisa tidak percaya covid karena daya tahan tubuh bagus tapi efeknya ketika berjumpa dengan orang yang daya tahan tubuhnya rendah maka merekalah yang terkena imbasnya. Kecuali kita tinggal sendiri,” katanya.

Ia juga berpesan kepada semua masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri di Puskesmas apabila merasakan gejala covid-19.

“Ini yang sebenarnya masyarakat harus paham bahwa jangan takut di swab justru itu bagus supaya kita tahu lebih awal karena yang terbaru sekarang ini biasa bergejala saat sudah mulai terlambat apa lagi kalau dengan komorbid nanti akan berakhir dengan gejala sedang, berat bahkan sampai kritis,” tutupnya. (Anti Patabang)