22 Guru SD Nabire Ikuti Pelatihan Penguatan Metode Pembelajaran di SATP Timika
Pembukaan pelatihan pengembangan kecerdasan dan penerapan metode pembelajaran calistung dengan pendekatan Montessori yang dikuti 22 guru SD asal Kab. Nabire, Foto: Faris/ Papua60detik
Pembukaan pelatihan pengembangan kecerdasan dan penerapan metode pembelajaran calistung dengan pendekatan Montessori yang dikuti 22 guru SD asal Kab. Nabire, Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik – Sebanyak 22 guru Sekolah Dasar (SD) dari Kabupaten Nabire mengikuti pelatihan bertajuk ‘pengembangan kecerdasan dan penerapan metode pembelajaran calistung dengan pendekatan Montessori’ yang diselenggarakan di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Rabu (23/4/2025). 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara SATP dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Pelatihan ini bertujuan membekali para pendidik dengan pendekatan baru dalam mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), khususnya bagi anak-anak usia pendidikan dasar, melalui metode Montessori yang mengedepankan keberpihakan pada anak.

Anggota DPRD Provinsi Papua Tengah, Peter Worabay, yang memprakarsai keikutsertaan para guru ini, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi pendidikan di Nabire. Menurutnya, masih banyak anak yang belum mengenal huruf di daerah tersebut.

“Alasan saya membawa 22 guru SD ini karena memang saya melihat sendiri di Kabupaten Nabire kami ketinggalan dalam hal pendidikan. Dan saya pikir ketinggalan ini bisa kita kejar dengan meningkatkan kemampuan guru-guru kita,” ujarnya.

Peter menambahkan bahwa keputusan memilih SATP sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Pengalaman kunjungan sebelumnya membuatnya kagum terhadap cara SATP mendidik para siswanya.

“Inilah jalan Tuhan, karena saya lihat sendiri bagaimana anak-anak di SATP dididik dengan baik, sehingga saya berkoordinasi bersama Divisi Pendidikan YPMAK,” jelasnya.

Ia  menyampaikan apresiasi atas keterbukaan YPMAK dalam menerima guru-guru dari Nabire. Ke depan, ia berencana melaporkan hasil kegiatan ini kepada Gubernur Papua Tengah sebagai dasar untuk mendorong pelatihan yang lebih luas.

“Saya sangat berterimakasih kepada YPMAK, dan kedepannya saya akan berkoordinasi bersama Pemrov Papua Tengah sehingga nantinya Pemrov yang akan memfasilitasi guru-guru dalam pelatihan,” ungkap Peter.

Ketua YPMAK, Leonardus Tumuka, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan komitmen YPMAK dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah Papua.

“Ini merupakan hal yang baik. Karena memang YPMAK konsen meningkatkan kualitas pendidikan di Mimika dan tentu Papua Tengah, sehingga jelas kami YPMAK akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Leo Tumuka menambahkan bahwa YPMAK akan mengevaluasi kemungkinan membuat program pelatihan lanjutan untuk guru-guru di Papua Tengah.

“Kita akan lanjut ke tahap selanjutnya seperti apa. Apakah kalau memang kita buatkan satu program pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru kita,” pungkasnya.

Kepala Program Montessori SATP, Theodora, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membentuk pola pikir baru di kalangan guru, yang lebih menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran.

“Kemudian kami akan memberikan teknik dan materi untuk pembelajaran calistung itu bisa diberikan oleh guru dengan cara yang berbeda. Kita akan memberikan materi berupa filosofi Montessori. Kenapa Montessori? Karena itu filosofi yang berpihak pada anak-anak,” katanya.

Pelatihan ini dirancang berlangsung selama satu minggu, dengan materi dan praktik yang disusun secara bertahap.

“Materinya kita buat step by step, jadi materi dan prakteknya akan berlangsung selama satu minggu,” Pungkas Theodora. (Faris)