35 Butir Selongsong Peluru Ditemukan di TKP Penembakan Anggota TNI-Polri
Olah TKP penembakan yang mengakibatkan dua personel TNI-Polri meninggal dunia di Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (28/3/203). Foto: Humas Polda Papua
Olah TKP penembakan yang mengakibatkan dua personel TNI-Polri meninggal dunia di Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (28/3/203). Foto: Humas Polda Papua

Papua60detik – Satuan Reskrim Polres Puncak Jaya olah TKP penembakan yang mengakibatkan dua personel TNI-Polri meninggal dunia di Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (28/3/203).

“Di TKP tersebut ditemukan barang bukti antara lain 35 butir selongsong peluru, sarung parang kayu warna coklat, 4 jenis sampel darah, 3 jenis sampel organ manusia, 2 buah celana panjang warna loreng (terkena tembakan), 1 pasang sendal merk volcom dan 1 buah topi merk jitu tactical hitam,” sebut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo.

Olah TKP katanya, dilakukan untuk mengumpulkan dan mencari keterangan, petunjuk, barang bukti dan identitas para pelaku penembakan untuk kepentingan penyelidikan.

Saat ini 7 orang saksi telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Polisi menyimpulkan, pelaku penembakam berjumlah empat orang.

"Selama olah TKP, situasi aman terkendali, personel telah mengamankan sejumlah barang bukti yang selanjutnya dibawa ke Mapolres Puncak Jaya guna kepentingan penyelidikan,” kata Benny.

Ia menambahkan, situasi Kamtibmas di Distrik Ilu relatif kondusif pasca insiden penembakan terhadap anggota TNI-Polri.

Diberitakan sebelumnya, OTK menembaki aparat gabungan TNI/Polri yang sedang mengamankan salat tarawih di Masjid Al Amaliah Distrik Ilu Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (25/3/2023) sekitar pukul 20.00 WIT.

Akibat penembakan tersebut tiga personel TNI-Polri menjadi korban. Dua orang dinyatakan meninggal dunia. (Burhan)