4 Prajurit yang Gugur di Nduga Naik Pangkat Luar Biasa
Empat prajurit TNI yang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Nduga. Foto: Puspen TNI
Empat prajurit TNI yang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Nduga. Foto: Puspen TNI

Papua60detik - Empat prajurit TNI gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Teroris Separatis Papua (KTSP) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu (25/11/2023).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, seluruh jenazah sudah dievakuasi ke daerah asal masing-masing yakni di Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk proses pemakaman, Senin (27/11/2023).

Keempat prajurit yang gugur akan mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas jasa-jasanya dalam pelaksanaan tugasnya di Papua. 

“Mereka kita KPLB-kan,” tegasnya dalam rilis Puspen TNI, Selasa (28/11/2023).

Setelah dikirim ke kampung halamannya masing-masing untuk proses pemakaman, keluarga prajurit TNI tersebut juga akan mendapatkan santunan.

“Kita sudah berikan santunan sesuai dengan hak-hak dia, ada dari Asabri, TNI AD, Bank BRI dan Bank BJB itu jumlahnya per orang lebih dari 500 juta," kata Panglima TNI yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo itu.

Sebagaimana diketahui, kontak tembak prajurit TNI dengan kelompok bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (25/11/2023). 

Adapun prajurit TNI yang meninggal dunia pada peristiwa itu yaitu Praka YL, Praka DB, Pratu MF dan Prada DA. Sementara itu, prajurit TNI yang terkena luka tembak yaitu Serda AH,  Pratu MI, dan Praka BS. (Amma)