Ada Harapan Masyarakat Adat Tembagapura Bisa Pulang ke Kampungnya
Papua60detik - Akhirnya, masyarakat adat Tembagapura dari Kampung Banti I, Banti II dan Opitawak punya harapan kembali ke kampung halamannya untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.
DPRD, Pemkab Mimika, TNI-Polri dan perwakilan masyarakat telah bertemu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (14/12/2020). Semua pihak yang terlibat dalam pertemuan itu sepakat, memulangkan ribuan warga yang sudah sekitar sembilan bulan hidup terlunta-lunta di Kota Timika.
Hasilnya pertemuan itu disahkan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama oleh masing-masing perwakilan.
Tapi sebelum pulang, akan dibentuk tim yang beraggotan perwakilan dari masing-masing pihak terkait untuk meninjau situasi keamanan dan fasilitas dasar hidup di Tembagapura.
Wakil Bupati Johannes Rettob mengatakan, sudah sejak lama ingin memulangkan ribuan masyarakat ini. Ia berharap, tim yang sudah dibentuk menjadi jawaban dari harapan masyarakat.
"Sudah lama kita ingin seperti ini (memulangkan) hanya pada hari ini baru dapat terlaksana kesepakatan bersama ini," ujarnya usai RDP.
John menambahkan peninjauan ke Tembagapura akan dilaksanakan pada 17 Desember 2020 mendatang difasilitasi oleh PT Freeport Indonesia.
"Setelah peninjauan dilakukan kami (tim) akan melakukan evaluasi hasil peninjauan sekaligus menentukan kapan masyarakat atau pengungsi ini bisa kembali," tegasnya.
Senada dengan Wabup, Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng mengatakan, pemulangan pengungsi seharusnya sudah dibahas beberapa waktu lalu.
"Tetapi karena waktunya belum tepat akhirnya sekarang baru terlaksana hari ini," tuturnya
Menurut Robby pemulangan pengungsi tidak hanya mengenai mengantarkan mereka kembali ke kampung akan tetapi perlu dipikirkan pula bagaimana rumah dan bahan makanannya.
"Kita tidak serta merta antar mereka pulang saja harus kita melihat situasi serta kesiapan apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dan PTFI. Semua sudah diatur juga dalam kesepakatan untuk peran masing-masing pihak," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Mimika, IGG Era Adhinata mengatakan kondisi keamanan di Tembagapura kondusif. KKB yang masuk ke wilayah Tembagapura pada Februari lalu telah kembali ke wilayah masing-masing.
"Meski masih ada kelompok KKB Mimika, tetapi itu sudah tugas kami (TNI/Polri) untuk menjaga kemanan. Kami juga berharap masyarakat atau pengungsi yang akan dipulangkan bisa terus bekerja sama dengan pihak keamanan untuk menjaga ketertiban dan keamanan," harapnya.
Sementara itu, Vice President Community Relation and Human Right PT FI, Arnold Kayame mengatakan, pihaknya akan mendukung langkah tim ini asalkan kemanan baik masyarakat dan petugas terjamin. (Fachruddin Aji)