Air Mata Syukur Warnai Peresmian Gereja Kingmi Jemaat Berea di Kwamki Narama
Papua60detik — Sabtu, (26/4/2025) menjadi hari bersejarah penuh sukacita bagi Jemaat Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Klasis Timika Utara, Jemaat Berea. Bertempat di Jalan Kanguru Nomor 63, Kelurahan Harapan, Distrik Kwamki Narama, gedung gereja baru akhirnya diresmikan setelah perjalanan panjang penuh tantangan dan doa.
Pembangunan gereja yang dimulai sejak tahun 2023 ini menelan anggaran sebesar 2,5 miliar rupiah, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika. Dana tersebut dikucurkan dalam dua tahap melalui bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Dalam suasana haru, Ketua Panitia Pembangunan, Anton Alom, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan betapa berat dan panjang perjalanan yang dilalui. Ia mengisahkan bahwa pembangunan sempat terhenti selama delapan bulan. Namun di tengah ketidakpastian itu, iman jemaat tidak pernah padam.
"Kami percaya, sekalipun kami berhenti, Tuhan tetap bekerja untuk kami. Tanpa konsultan, tanpa pihak ketiga, kami membangun gereja ini dengan tenaga, doa, dan air mata kami sendiri. Dan hari ini, Tuhan membalas semua jerih lelah itu," ujar Anton.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh jemaat dan pemerintah daerah, terutama Bidang Kesra Mimika, yang telah memungkinkan impian ini menjadi nyata.
Senada, Kepala Distrik Kwamki Narama, Yulius Hagabal, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk semua umat, tanpa membedakan agama dan suku. Ia mengingatkan bahwa rumah ibadah hanyalah bangunan duniawi, namun iman dan ketulusan hati adalah yang utama di mata Tuhan.
"Gedung ini adalah wujud syukur kita kepada Tuhan, namun yang harus kita rawat sungguh-sungguh adalah hati kita, agar iman kita tetap hidup," tutup Yulius dengan penuh makna.
Setelah ibadah syukur, acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Yulius Hagabal, didampingi Anton Alom dan Wakil Ketua Klasis Timika Utara, Pdt. Karel Mosip. Dengan penuh sukacita, pintu gereja dibuka lebar, mengundang jemaat untuk masuk dan merasakan kehadiran Tuhan di rumah baru mereka.
Jemaat, tua muda menitikkan air mata dan senyum syukur. Mereka masuk bergantian ke dalam gereja, membawa doa-doa, harapan, dan rasa syukur. (Faris)