Antisipasi Omicron, Dinkes Imbau Warga Hindari Bepergian ke Daerah Terpapar
Ilustrasi covid-19 varian omicron. Foto: WHO
Ilustrasi covid-19 varian omicron. Foto: WHO

Papua60detik - Covid-19 varian omicorn beberapa waktu lalu dilaporkan sudah masuk ke Indonesia. Dan seperti varian lainnya, salah satu faktor risiko penularannya adalah mobilitas warga.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengimbau warga tidak melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah yang telah dilaporkan adanya temuan kasus varian omicron.

"Salah satu cara lainnya adalah tetap secara konsisten menerapkan protokol kesehatan. Mudah-mudahan kita dapat mengendalikan penyebaran virus ini dengan cara tadi (tidak melakukan perjalanan dan protokol kesehatan ketat), kita tetap harus waspada dan tidak perlu panik," tuturnya.

Mengutip sehatnegeriku.kemenkes.go.id, kasus omicron di Indonesia bertambah 68 orang pada Jumat (31/12), sehingga total kasus terkonfirmasi sebanyak 136 orang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan 68 Kasus baru berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan 11 di antaranya merupakan WNA.

“Semua kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri, dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat," jelasnya.

Menurut WHO, dari penghitungan prediksi peningkatan kasus akibat omicron dibandingkan dengan delta serta mempertimbangkan tingkat penularan juga risiko keparahan, disimpulkan bahwa kemungkinan akan terjadi peningkatan penambahan kasus yang cepat akibat Omicron, tetapi diiringi dengan tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit dan ICU yang lebih rendah, dibandingkan dengan periode delta.

Artinya varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi tapi dengan risiko sakit berat yang rendah. Walaupun begitu, masyarakat tetap harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu upaya pencegahan dan pengendalian, serta upaya mitigasi lainnya harus tetap berjalan.

dr Nadia mengimbau masyarakat menahan diri tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang sangat tinggi.

“Jangan egois, harus bisa menahan diri untuk tidak bepergian dulu ke negara dengan transmisi penularan covid-19 yang sangat tinggi seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Kita harus bekerja sama melindungi orang terdekat kita dari tertular covid-19. Mari kita menahan diri," imbaunya. (Fachruddin Aji)